Lombok Post
Selong

Takut Lobster Hilang, Setiap Malam Tidur di Atas Keramba

boks
TONI/LOMBOK POST HEWAN LAUT MAHAL: Murdim, salah seorang nelayan budidaya lobster yang ada di Teluk Ekas menunjukkan seekor lobster yang ada di keramba miliknya.

Lobster menjadi salah satu hewan aut yang sangat berharga. Sehingga, tak aneh ketika sejumlah nelayan bididaya sampai rela menginap di atas keramba di tengah perairan untuk menjaga lobsternya sepanjang tahun.

***

MURDIMA�telah bersiap dengan perahu kecil miliknya. Dengan satu kantir sebagai penyeimbang sampan ini didorong mesin tempel di bagian belakang. Perahu melaju pelan memecang teluk Ekas.

A�a�?Tenang saja, ini aman kok bisa mengantarkan kita dengan selamat sampai ke tengah keramba. Saya aja kalau ke laut lepas cari bibit menggunakan perahu ini,a�? terang Murdim sambil tersenyum meyakinkan tim Lombok Post yang ikut bersamanya.

Murdim adalah salah seorag nelayan budidaya Lobster di Teluk Ekas Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Lotim. Tempat ini merupakan salah satu pusat budidaya lobster di Indonesia untuk pasar ekspor.

A�a�?Biasanya sih di kirim ke Vietnam, China hingga sejumlah lokasi negara Asia lainnya,a�? beber Murdim.

Di atas A�perahu, ia terlihat fokus dengan kemudi. Sesekali ia juga mengatur kecepatan perahu agar tidak terlalu kencang. Butuh A�sekitar 10 menit dari bibir pantai menuju lokasi keramba milik Murdim. Ukuran keramba ini tidak terlalu luas dalam petak-petak persegi.

A�Yang menarik perhatian, di atas keramba ini Murdim membangun sebuah gubuk tempat singgah. Belum bisa dikatakan rumah karena terdapat hanya satu ruangan. Tempat persinggahan ini dikatakannya merupakan tempat yang sengaja ia bangun untuk beristirahat sekaligus untuk berjaga ketika malam hari tiba. a�?Di sini juga saya biasa menginap untuk jaga bibit lobster. Kalau nggak gitu habis nanti lobster kita dicuri orang atau dimakan ikan,a�? ungkapnya.

Dijelaskannya, bibit maupaun lobster yag ada di setiap keramba bernilai puluhan juta rupiah. Maka dari itu, ia harus tetap siaga menjaganya.

A�a�?Hitung saja, untuk bibit lobster yang sangat kecil saja itu harganya Rp 5 ribu. Di setiap keramba ukuran seperti saya ini, ada 2.000 bibit. Itu kan sudah Rp 10 juta,a�? bebernya.

Sehingga, jika tidak dijaga ketika malam hari, bibit-bibit ini bisa saja diambil oleh tamu tak diundang. Selain itu, bibit ini juga bisa hilang dimakan oleh ikan yang mencoba menerobos jaring tempat pembibitan. a�?Kalau ikannya cukup besar, bisa digigit jaring penyekatnya sampai tembus. Sering itu jaringnya tiba-tiba bolong dan lobsternya akhirnya lepas,a�? kata dia.

Sehingga, mau tidak mau para nelayan budidaya lobster harus tetap siaga mengawasi bibit lobster menunggu bibit tersebut besar. Mereka harus berjaga tidak sehari dua hari. Melainkan setiap hari dan sepanjang tahun. Dimana budidaya lobster butuh waktu hingga setahun lebih. a�?Karena kan lobster yang kami budidayakan saat ini baru boleh dijual kalau beratnya 2 ons 10 gram,a�? terangnya.

Harga lobster per kilo dikatakan Murdim saat ini mencapai Rp 250 ribu. Untuk mendapat berat satu kilo hanya dibutuhkan sekitar empat ekor lobster. Otomatis, jika memiliki ribuan lobster yang ada di keramba, para nelayan ini bisa panen puluhan hingga ratusan juta. Wajar saja kalau kemudian lobster ini harus dijaga dan diawasi setiap hari. (HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

Berita Lainnya

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost