Lombok Post
Headline Praya

Bantah ada Provokator di Kelebuh

Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli

PRAYA – Warga di Desa Kelebuh, Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) menyayangkan sikap pemerintah dan dewan, yang selalu memojokkan masyarakatnya sendiri. Khususnya, menyangkut isu provokator dan percaloan tanah.

a�?Tolong, jangan ada lagi pemberitaan yang menyebutkan isu provokator di desa kami,a�? tegas salah satu tokoh masyarakat Desa Kelebuh H Abdullah pada Lombok Post, kemarin(17/11).

Isu yang dilemparkan pemerintah dan dewan, diakui Abdullah justru membuat suasana semakin keruh dan panas. Seharusnya, saran mantan kepala desa (kades) dua periode tersebut, mereka memberikan jawaban tiga tuntutan warga, atau lebih baik memilih diam saja. a�?Selebihnya, kami minta bupati turun menemui kami,a�? serunya.

Senada dikatakan salah satu perwakilan warga Desa Kelebuh, Kumpul Ramen. Dia menyarankan, pemerintah dan dewan lebih fokus menyelesaikan permasalahan Larap. Dengan cara, memberikan kepastian kepada warga berapa harga lahan, siapa yang bertanggungjawab dan kemana direlokasi.

Bukan sebaliknya, kata Ramen memperkeruh suasana dengan statemen ada provokator dan makelar tanah di Desa Kelebuh. a�?Kami ingin, siapa pun yang menuduh seperti itu, temui kami. Silahkan ikut turun bersama bupati dan pejabat lainnya nanti,a�? katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli mengatakan, warga di enam dusun di Desa Kelebuh sebenarnya tidak pernah mengeluarkan pernyataan menolak studi Larap, apalagi pembangunan dam Mujur. Mereka hanya meminta kepastian jawaban, atas tiga tuntutan yang dimaksud. a�?Sebenarnya, sederhana sekali keinginan warga kita ini,a�? kata Supli yang merupakan dapil Praya-Praya Tengah tersebut.

Keinginan itu wajar disampaikan, tambah Supli karena pembangunannya sudah lama direncanakan, sejak 42 silam. Pemkab pun baru membebaskan lahan di tempat itu, hanya puluhan hektare saja. Setelah itu menghilang, kemudian muncul lagi sekarang. a�?Tolong, kita jangan menyudutkan masyarakat,a�? katanya.

Lebih lanjut, pihaknya dalam waktu dekat akan bertemu langsung dengan Bupati HM Suhaili FT. Tujuannya, untuk membicarakan langkah strategis dalam menyelesaikan sosialisasi Larap. Menurut Supli, tidak perlu sosialisasi sekala besar, tapi cukup pendekatan secara sosiologis masyarakatnya masing-masing.

a�?Kita jangan lagi melakukan pendekatan kekuasaan, birokrasi atau ekonomi. Tapi, pendekatan sosiologis,a�? saran politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.(dss/r2)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost