Lombok Post
Headline Metropolis

Pengampunan di Tengah Eksekusi

eskavator
ROBOHKAN TEMBOK: Tembok ruko di jalan Selaparang, dihancurkan menggunakan alat berat, sebagai tindak lanjut penertiban pelanggaran bangunan oleh para pengusaha, Kamis (17/11)

MATARAM – Penertiban sejumlah bangunan usaha yang dinilai melanggar ruang publik, terus dilakukan Pemerintah Kota Mataram. Penertiban ini sebagai tindak lanjut dari beberapa kali peringatan yang telah dilayangkan.

Kamis (17/11) kemarin, tim gabungan yang dikomandoi Dinas Tata Kota, kembali menertibkan ruko di kawasan jalan Selaparang, Mataram. Beberapa tembok yang dinilai melanggar aturan, diruntuhkan menggunakan, eskavator. Di kawasan itu teridentifikasi 19 titik bangunan dinilai melanggar ruang publik.

a�?Ada tujuh titik yang kita datangi (untuk ditertibkan),a�? terang Kabid Pengawasan Dinas Tata Kota Mataram, Suparman.

Sementara 12 sisanya disebutkan sudah membongkar sendiri bangunannya. Uniknya, meski sudah pada tahap eksekusi, namun ada beberapa bangunan yang masih a�?diampunia��, pemerintah. Alasannya, mereka akan membongkar sendiri bangunan yang menyerobot area publik. a�?Dia janji akan bongkar sendiri,a�? jelas Suparman.

Dalam draf perjanjian itu, disebutkan para pemilik bangunan diberi tenggat waktu lagi, hingga tanggal 25 November 2016. Para pemilik usaha, diminta menandatangani surat perjanjian di atas materai.

Jika diatas tanggal itu, ternyata bangunan masih belum dibongkar juga, Suparman berjanji tidak ada lagi negosiasi. a�?Kalau masih bandel kita akan bongkar, tanpa ampun,a�? janjinya.

Sikap pemerintah bersikap lunak meski sudah di tahap eksekusi ini, disebut Suparman sebagai instruksi dari Kepala Daerah. Meminta mengedepankan langkah persusif, selama ada itikad baik dari pelanggar.

a�?Ini perintah dari Pak Wali Kota untuk kedepankan persuasif, Pak Wakil (Wali Kota) juga,a�? terangnya.

Penertiban tata ruang ini akan dilanjutkan lagi rencananya pada tanggal 24 November di kawasan jalan Sriwijaya, Mataram. Ada beberapa bangunan yang disebutkan telah diberi surat peringatan, namun belum juga mau membokar, hingga surat peringatan telah dilayangkan.

“Insya Allah, kamis (minggu depan), di sana ada kafe. Sama ada jual mebel,a�? warningnya.

Sementara itu, pemilik toko pakaian yang mendapat a�?pengampunana��, I Gede Supartha, berjanji akan segera membongkar kanopi tokonya yang menyerobot area publik. Ia sendiri mengakui itu salah.

Hanya saja, karena banyak pengusaha lain yang terlebih dahulu melakukan pelanggaran, ia pun latah ikut-ikutan. a�?Sebenarnya tahu (ini salah), tapi karena ada yang sudah melanggar, ya (ikut-ikutan),a�? jawab dia.

Ia sendiri tak berkeberatan, membongkar kanopi di depan tokonya. Alasanya selain sudah menandatangani perjanjian di atas materai, kawasan itu juga sepi pengunjung. a�?Memang saya mau bongkar juga, di sini sepi,a�? ketusnya. (zad/r5)A�

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost