Lombok Post
Sumbawa

Ropang Diserang Malaria

KESEHATAN : Tim dari Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa saat turun ke Kecamatan Ropang memberikan penanganan kepada masyarakat yang terserang malaria.

SUMBAWA – Ropang diserang malaria. Hingga saat ini kasus malaria di kecamatan ini berjumlah 23 kasus. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan kasus malaria yang terjadi di kecamatan tersebut tahun lalu. Dimana pada 2016 lalu, tidak sampai belasan kasus malaria yang terjadi di kecamatan bagian selatan Sumbawa itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa A�H Naziruddin Lamabaji didampingi Kasi Penanganan Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular H Syarif Hidayat mengakui adanya kasus tersebut. Dikatakan, setiap kejadian harus selalu dianggap sebagai hal yang luar biasa.

Kasus di Ropang menyebar di sejumlah desa. Peningkatan kasus ini terjadi di minggu ke-43, berkisar pada 23 hingga 29 Oktober. Kemudian laporan yang masuk sebanyak 23 kasus dalam minggu itu saja. Mendapat informasi ini, pihaknya tentu saja terkejut. Langsung saja pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi data.

a�?Ternyata memang benar terjadi puluhan kasus malaria,a��a�� katanya, kemarin.

Diketahui, kasus malaria ini terjadi di Desa Ropang dan Desa Labangkar. Setelah ditelusuri, di kecamatan tersebut ada empat lokasi tambang tradisional. Masyarakat dari luar desa banyak yang masuk ke lokasi tambang tersebut. Termasuk juga masyarakat setempat. Setelah dilakukan uji petik, diduga kuat sumber penyakit malaria ini adalah lokasi tambang tradisional di sana.

Kebanyakan penderita malaria ini adalah masyarakat yang tiba dari kawasan tambang itu. Sementara sebagian kecil penderitanya adalah masyarakat yang berada di desa. Diduga kuat, penularannya terjadi dari masyarakat yang telah mengunjungi lokasi tambang tradisional. Sejauh ini, tidak ada masyarakat yang meninggal akibat penyakit malaria. Sebab pihaknya langsung menangani pasien di lapangan.

Dikatakan, pekan lalu jumlah penderita malaria di Ropang sudah menurun menjadi lima kasus. Saat turun lapangan, pihaknya langsung melakukan pertemuan lintas sektor. Tindakan yang dilakukan di Ropang adalah memberikan penanganan langsung terhadap masyarakat yang mengalami malaria.

a�? Kami membagikan kelambu untuk keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil,a��a�� ujarnya.

Selain itu, dianjurkan pemberian obat anti malaria terlebih dahulu terhadap masyarakat yang hendak mengunjungi lokasi tambang tradisional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat tersebut terjangkit malaria.

Terkait kasus ini, dia belum mengkategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sesuatu baru bisa dikategorikan KLB apabila jumlah kasus di suatu daerah sudah mencapai dua kali lipat dari jumlah kasus pada tahun sebelumnya. Hanya saja, pihaknya menyikapi kejadian ini seakan-akan seperti KLB. a�?a��Setelah kita turun, situasinya terkendali dan aman-aman saja,a�? pungkas Naziruddin. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya