Lombok Post
Metropolis

Siapkan Rp 1 M untuk BRT

brt
SIAP MENGASPAL: Satu unit BRT diparkir di terminal Perum Damri Cabang Mataram, kemarin(17/11).

MATARAM – Kepadatan di Ibu Kota Provinsi NTB ini memang sudah semakin terasa. Di jam-jam sibuk sudah menjadi pemandangan biasa kemacetan di banyak titik.

Tidak hanya di jalan Langko yang memang kerap lalu lintas dibuat semrawut oleh anak sekolah dan jemputan orang tua. Tetapi kemacetan telah meluas di banyak titik.

Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram dan Perum Damri Cabang Mataram, sepakat mengoperasikan BRT, pada hari Senin depan, tanggal 21 November. Ini sekaligus menepati janji dan komitmen yang telah dibuat bersama, di bulan ini BRT dipastikan mengaspal.

a�?Tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya,a�? kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, H Khalid.

Khalid menyadari ada beberapa persoalan yang memang belum benar-benar matang untuk pengoperasian BRT. Salah satunya adalah terkait shelter.

Ini juga menyikapi harapan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Mataram, Sudenom yang sempat was-was, anak didiknya tercecer jika BRT tidak mengantarkan anaknya sampai tempat tujuan.

a�?Iya itu kita akomodir (khawatiran Dikpora), tetap kita perhatikan. Tapi, kita operasionalkan dulu, sembari terus mengevaluasi kekurangannya,a�? imbuhnya.

Persoalan lain juga yang sebenarnya masih harus segera diselesaikan yakni terkait jumlah shelter. Saat ini, baru hanya tujuh shelter di Kota Mataram.

Sementara, minimal shelter di Kota, diperkirakan kebutuhannya mencapai 40 unit. Namun, pemerintah memang bersikeras, segera mengopreasionalkan BRT. Disamping agar masyarakat khususnya pelajar, sudah bisa merasakan manfaatnya, memecah kemacetan yang kian krodit dan anggaran Biaya Operasional Kendaraan (BOK) hingga akhir tahun, dibiayai dari anggaran nasional melalui APBN.

a�?Iya, informasi anggarannya dari APBN, jadi bukan dari kota dan provinsi,a�? terangnya.

Sejak diluncurkan Senin depan, BRT diupayakan terus mengaspal, berkelanjutan. Maka, di tahun 2017, operasional BRT khususnya di dua koridor dalam kota, akan menjadi tanggungan pemerintah kota.

Sementara, operasional lintas provinsi menjadi tanggungan pemerintah provinsi. a�?Kalau kota, kita siapkan sekitar Rp 1 Miliar di APBN 2017,a�? ungkapnya.

Operasional itu untuk mensubidi BRT. Menggratiskan anak sekolah dan memberi tarif lebih murah pada penumpang umum. Di tahap awal, rencanannya dari 25 unit BRT yang tersedia, sekitar 10 unit akan dioperasikan.

Rencananya, pelepasan akan dimulai dari depan Pendopo Kantor Gubernur. a�?Makanya saya mau menghadap Pak Wali juga ini untuk mengabarkan itu, kita sebagai pihak yang diundang (di launching BRT), senin depan,a�? paparnya.

General Manager (GM) Perum Damri Cabang Mataram Nursyamsu, membenarkan BRT akan dioperasionalkan Senin depan. Saat ini, pihaknya tengah memfinalkan, apa-apa yang dibutuhkan agar BRT bisa mengaspal dan melayani transportasi massal. a�?Tanggal 21 November, dioperasikan,a�? kata Nursyamsu.

Sembari itu, terus berkoordinasi baik dengan Dishubkominfo Provinsi dan Dishubkominfo Kota untuk mematangkan persiapan, sehingga tidak ada lagi persoalan di kemudian hari. a�?Kami juga terus rapatkan dengan pihak-pihak terkait,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost