Lombok Post
Tanjung

Awas, Bisa Sebabkan Kematian Lho!

Plt Kepala Dikes Lombok Utara Suhardi.

TANJUNG – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rupanya benar-benar harus digalakkan di Lombok Utara. Karena tanpa PHBS maka akan banyak penyakit yang berkembang, seperti tuberkulosis (TB/TBC).

Dari data Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Utara, penderita TB tahun 2016 mengalami peningkatan dari 2015. Di mana pada 2015 tercatat penderita TB sebanyak 169 orang, dan di 2016 meningkat menjadi 231 orang.a�?Penyakit ini disebabkan kuman mycrobacterium,a�? ujar Plt Kepala Dikes Lombok Utara Suhardi.

Dijelaskan, sebaran penderita TB ini ada di seluruh kecamatan Lombok Utara. Kecamatan Tanjung sebanyak 78 orang penderita, Pemenang 52 orang, Gangga 37 orang, Bayan 22 orang, dan paling rendah Kayangan yang hanya 17 orang.

Menurutnya, angka ini bisa lebih tinggi, karena selama ini masih ada masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke layanan kesehatan. a�?Dari jumlah tadi ada dua orang yang meninggal dunia yakni dari Tanjung dan Bayan,a�? katanya.

Masih minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan coba diatasi dengan gencar melakukan upaya sosialisasi. Salah satunya untuk mengenalkan gejaka dan bahaya penyakit TB. Pihaknya mengakui sudah mulai turun ke dusun-dusun yang terdeteksi sebagai wilayah potensi penyakit TB.

Gejala TB meliputi batuk lebih dari dua minggu, badan panas, sesak napas dan sering berkeringat di malam hari. a�?Jika ini dirasakan selama lebih dari dua minggu maka potensi mengidap TB,a�? cetusnya.

Lebih lanjut, Suhardi mengatakan, penyebab menyebarnya penyakit TBA� ini karena dipicu pola hidup masyarakat yang tidak menerapkan PHBS, lingkungan rumah yang kumuh dan tidak memiliki ventilasi udara maka sangat memicu datangnya kuman membahayakan tersebut. Biasanya kondisi ini dirasakan oleh penduduk miskin.

a�?Kebanyakan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang terkena TB,a�? ungkapnya.

Dari ratusan penderita TB yang kini sudah terdeteksi tersebut, sebanyak 200 jiwa sudah ditangani secara medik. Dikes melalui UPTD Puskesmas masing-masing telah memberikan obat secara gratis kepada para penderita sebagai upaya untuk membantu penyembuhan. Dengan pola ini beberapa penderita telah dinyatakan sembuh. Namun jika penderita TB tidak teratur dan disiplin meminum obat yang diberikan selama enam bulan maka pengobatan yang dijalani akan sia-sia. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost