Lombok Post
Giri Menang

Pedagang Hingga Penyewa Kano Merugi

bok
MULAI SEPI: Seorang pedagang mutiara berjalan sambil membawa barang daganganya di Jembatan Pelabuhan Cicak, Senggigi, kemarin, (18/11).

Kunjungan wisatawan ke Senggigi dua minggu terakhir sepi. Selain akibat musim hujan, pesona Senggigi kini mulai memudar, kalah saing dengan tiga gili milik Kabupaten Lombok Utara (KLU).

***

PEREMPUANA�itu berjalan dengan penuh harap. Sambil membawa dagangannya jenis makanan ringan, hari itu ia memakai pakaian warna hijau. Namanya Inaq Emi, penjual makanan ringan yang setiap hari ditawarkan kepada pengunjung yang datang ke pantai Senggigi.

Ia mulai menawarkan barang dagangan satu persatu kepada setiap pengunjung. Namun kadang ditolak. Tak sedikit yang membeli. Paling laris, air mineral kemasan barang dagangannya.

a�?Sekarang mulai sepi,a�? keluhnya membuka percakapan.

Wanita yang berusia sekitar 45 tahun itu, setiap harinya menawarkan dagangannya ke pengunjung yang datang menikmati pantai Senggigi. Namun dia mengaku pengunjung Senggigi saat sekarang kian sepi.

a�?Memang biasanya kalau musim hujan gini sepi,a�? jelasnya.

Sepinya kunjungan ke Senggigi tentu saja membuat para pedagang yang biasa menggelar dagangan di lokasi objek wisata tersebut mengeluh. Setiap hari, wisatawan yang datang berkunjung tak seberapa. Hanya bisa dihitung jari.

a�?Jumlah pengunjung memang sangat sedikit, pemasukan pun tak seberapa,a�? keluhnya.

Kalaupun ada pengunjung, kebanyakan adalah wisatawan luar. Sementara wisatawan lokal mulai sepi. Kalaupun ada, paling asalnya seputaran Mataram.

Sementara Efendi, satpam di salah satu hotel di kawasan Senggigi mengatakan, wisatawan yang menginap juga sepi. Bahkan dia mengaku Senggigi mulai ditinggal pengunjung karena mereka lebih memilih ke Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Lombok Utara.

a�?Wisatawan lebih milih ke tiga gili. Senggigi sekarang sepi,a�? ucapnya.

Kerugian bukan hanya menimpa pedagang, dan pengelola hotel. Para penjaja sewa perahu kano pun mengalami hal yang sama. Dulunya setiap hari bisa memperoleh sewa ratusan orang setiap hari, kini syukur-syukur mendapat 30-an pelanggan dalam satu hari.

Kepala Dusun Senggigi H Farhan mengatakan, dimusim hujan, Senggigi memang sepi pengunjung. Tidak hanya tahun ini, tahun-tahun sebelumnya juga sama. Terkadang, akibat kondisi seperti yang berlarut-larut, para pedagang musiman merugi.

a�?Memang biasa sepi. Apalagi kalau lagi angin kencang, tak ada yang berani berenang karena angin juga terlau kencang,a�? pungkasnya. (MUHAMMAD ZAINUDDIN, Giri Menang/r3)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost