Lombok Post
Praya

Pemilik Lahan KEK Mandalika Minta Dilibatkan

bupati lombok tengah hm-suhaili-ft

PRAYAA�– Tim advokasi masyarakat kawasan Mandalika Resort di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah (Loteng) menyayangkan sikap pusat dan provinsi, yang membicarakan harga lahan warga, seluas 109 hektare (ha) tanpa melibatkan seluruh pemilik lahan. Pembahasannya justru selesai di tangan pemerintah.

a�?Lucu sekali, kok bisa pembicaraan harga lahan kami, tanpa melibatkan kami sebagai pemilik lahan,a�? sesal ketua tim advokasi masyarakat kawasan Mandalika Resort Lalu Arif Widia Hakim, kemarin (18/11).

Jika seperti itu kebijakannya, kata Arif pemerintah bukannya mencari solusi, tapi justru menambah masalah baru. Untuk itulah, pihaknya meminta agar pembahasan menyangkut besaran harga lahan tersebut, wajib melibatkan pemilih lahannya masing-masing tanpa perantara.

Kendati demikian, pihaknya menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan ITDC, karena telah melakukan pengukuran ulang terhadap beberapa titik lahan, di kawasan ekonomi khusus (KEK) tersebut. a�?Sebenarnya, kami menginginkan sekali pengukuran ulang secara keseluruhan,a�? kata Arif.

Lebih lanjut, ia menambahkan dari total luas lahan mencapai 109 ha itu, jumlah pemiliknya sebanyak 100 kepala keluarga (KK). Sampai saat ini, pemilik lahan pun masih menunggu keputusan pemerintah. Khususnya, menyangkut besaran harga yang disiapkan. Jika di bawah standar, maka warga akan melakukan penolakan.

a�?Tolong kami jangan dibenturkan dengan aparat. Mari kita selesaikan masalah ini dengan bukti hukum,a�? tegas Arif.

Sementara itu, Bupati HM Suhaili FT mengatakan, sejak zaman Presiden SBY, hingga sekarang pembangunan KEK Mandalika Resort ditunggu-tunggu masyarakat. Apalagi, pusat menggelontorkan dana segar untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas, sarana dan prasarana pendukungnya.

a�?Alhamdulillah, kita harus bersama-sama mendukung,a�? serunya, singkat.(dss/r2)

Berita Lainnya

Dana Desa Naik Rp 193,1 Miliar

Redaksi LombokPost

Dana Desa Naik Rp 193,1 Miliar

Redaksi LombokPost

Tiga Pos PMK Belum Berfungsi

Redaksi LombokPost

Mengenal Bobot Maksimum Caleg NasDem

Redaksi LombokPost

Pohon Pelindung Japan Minta Korban

Redaksi LombokPost

Usut Korupsi Gaji Marbot!

Redaksi LombokPost

Karnaval Bau Nyale Bangkitkan Pariwisata

Redaksi LombokPost

Perawat Wajib Kantongi STR

Redaksi LombokPost

Bau Nyale Jadi Top Event Nasional

Redaksi LombokPost