Lombok Post
Feature

Sumbang USD 1 Juta untuk Renovasi Arena

foto-boks_jawa-pos-photo_jawa-pos
SEKOLAH LUAR BIASA: Azrul Ananda (kanan) bersama tim manajemen PT DBL Indonesia di St. Vincent-St. Mary High School, tempat LeBron James mulai meraih sorotan dunia basket saat masih SMA dulu.

Kota Akron punya peran besar untuk basket. Dua pemain paling top saat ini, LeBron James dan Stephen Curry, lahir di sana. Kami mengunjungi kota di Negara Bagian Ohio itu, dan mampir ke St. Vincent-St. Mary, SMA tempat James mulai menggemparkan dunia.

***

ADA yang bilang, orang hebat tidak lahir begitu saja. Orang hebat harus melewati proses perjuangan, serta tumbuh berkembang di lingkungan yang tepat.

Tulisan ini akan bicara soal itu. Tentang bagaimana seorang superstar dunia memulai kiprahnya dari tingkat SMA.

Andai dia tidak punya teman-teman yang tepat, dia tidak bisa begini. Andai dia memilih sekolah yang berbeda, dia mungkin juga tidak bisa begini.

Dan yang menakjubkan, sang superstar itu tidak pernah melupakan perjalanan tersebut. Membalas semua yang pernah berjasa dengan begitu indah dan luar biasaa��

***

Era Michael Jordan sudah berlalu begitu lama, banyak anak muda sekarang yang mungkin sudah tidak mengenal megabintang Chicago Bulls tersebut. Era Kobe Bryant juga resmi berakhir pada musim NBA 2015a��2016 lalu.

Sekarang ini eranya LeBron James, Stephen Curry, serta Kevin Durant. Dan yang disebut pertama itu merupakan yang paling menakjubkan. Tinggi 208 cm berbadan tebal, lincah bisa bermain semua posisi.

Berjuluk a��a��The Kinga��a��, mungkin LeBron James adalah pemain terbaik di NBA a��bahkan di duniaa�� saat ini. Sekarang berusia 31 tahun, secara teori dia sedang berada di puncak performanya. Jangan heran, ketika dia pensiun pada masa mendatang, gelar terbaik dalam sejarah akan menjadi miliknya.

Dan saat ini, James memang sedang bersinar paling terang. Dia baru menuntaskan a��a��love storya��a�� yang sangat mengagumkan.

James mengawali karirnya di NBA pada 2003, dicomot oleh Cleveland Cavaliers, yang bisa disebut sebagai home team-nya. Karena Cleveland dan Akron terletak berdampingan di Negara Bagian Ohio.

Bertahun-tahun James berkembang bersama Cavaliers, menjadi tim yang selalu kuat. Tapi tak kunjung jadi jawara. Demi mengejar gelar pertamanya, James pun hengkang ke Miami Heat pada 2010.

Warga Cleveland (dan Ohio) marah luar biasa. Berunjuk rasa di jalan dan membakar jersey serta atribut lain James. Tapi, secara karir ini keputusan terbaik bagi sang bintang. Bersama Heat, empat kali James masuk final NBA, dua kali menjadi juara.

Mungkin karena sudah menuntaskan misi di Miami, pada 2014 James memutuskan pulang kampung. Dia kembali bergabung di Cavaliers.

Dengan cepat, James mampu membantu Cavaliers masuk final pada 2015, tapi kalah di tangan Stephen Curry dan Golden State Warriors.

Pada final 2016 bulan Juni lalu, James membalasnya. Dia benar-benar menuntaskan misi yang dia awali pada 2003. Mengantarkan Cavaliers menjadi juara NBA untuk kali pertama dalam sejarah.

Seluruh dunia heboh.

Cleveland, bisa dibayangkan, tumpah ruah merayakan sukses Cavaliers. Lebih dari 1,3 juta orang turun ke jalan, mengikuti pawai juara LeBron James dkk.

James adalah hero di seluruh dunia, superhero di negara bagian sendiri. Sebuah cerita yang akan melegenda sepanjang masa, mungkin melebihi segala cerita yang pernah dihasilkan Michael Jordan dan Kobe Bryant.

Dan James belum tuntas. Bukan tidak mungkin banyak gelar akan menyusul dalam tahun-tahun berikutnya!

***

Selama seminggu terakhir, kami (bersama rombongan manajemen DBL Indonesia) melakukan road trip di tengah Amerika, mengunjungi kota-kota basketnya. Dari Chicago untuk mengunjungi markas Bulls, kami ke Cleveland untuk merasakan atmosfer game di Quicken Loans Arena, kandang Cavaliers.

Kemudian, kami mampir ke Akron, kampung halaman LeBron James. Lebih spesifik lagi, kami mampir ke St. Vincent-St. Mary High School, tempat LeBron James mulai meraih sorotan dunia basket saat masih SMA dulu.

Para pengurus sekolah itu, khususnya departemen olahraganya, sudah siap menyambut kami dan memberikan tur spesial.

Akron benar-benar tidak jauh dari Cleveland. Seperti Tangsel a��a��menempela��a�� ke Jakarta, atau Sidoarjo menyambung dengan Surabaya. Dari pusat kota Cleveland, hanya sekitar 30 menit naik mobil ke pusat kota Akron.

Dibilang kota kecil juga bukan, penduduknya hampir 200 ribu orang. Mungkin, Anda lebih mengenalnya lewat julukan aslinya, a��a��Kota Kareta��a��. Karena di sinilah produsen ban mobil Goodyear di Amerika berpusat.

Di kota inilah LeBron James lahir. Bahkan, Stephen Curry sebenarnya juga lahir di sini. Ya, dua bintang terbesar di NBA saat ini sama-sama lahir di Akron!

St. Vincent-St. Mary High School terletak di tengah kota Akron. Ini bukan tergolong sekolah besar. Ini adalah sekolah swasta Katolik dengan total siswa sekitar 800 orang.

Begitu sampai di sekolah itu, nuansa a��a��LeBrona��a�� langsung terasa. Ada tulisan besar di atas salah satu pintu masuknya: a��a��Welcome to The LeBron James Arenaa��a��.

Itu nanti ada cerita sendiri yang menarika��

Kami tidak masuk lewat situ. Kami masuk lewat pintu utama, melewati bagian administrasi.

Rupanya, mereka benar-benar terbiasa dengan a��a��turis basketa��a��. Membagi-bagikan stiker dan pulpen St. Vincent-St. Mary saat kami mengisi buku tamu.

Bangunan, stiker, pulpen, dan lain-lain serba bernuansa hijau. Karena itulah warna khas sekolah tersebut, yang memiliki maskot The Fighting Irish.

Rupanya, memang banyak turis yang datang ke sekolah ini gara-gara LeBron James. Jumlahnya tidak meledak, angkanya ratusan per tahun, tapi datang dari berbagai penjuru dunia.

Di sana, kami disambut Carley Whitney, assistant director of athletics, sekaligus pelatih tim putri SMA tersebut.

Sebelum memulai tur, kami langsung ditunjukkan ke sebuah a��a��hiasan dindinga��a�� di ruang administrasi. Gambarnya seperti permainan monopoli, tapi kalau dibaca lebih teliti, isinya adalah perjalanan hidup dan karir LeBron James. Dimulai dari lahir di Akron, sekolah di St. Vincent-St. Mary, berlanjut ke NBA.

Mereka bilang hanya ada dua hiasan tersebut di dunia. Satu di sekolah ini, satu lagi milik LeBron James.

a��a��LeBron James sering mampir ke sini. Kadang berlatih di sini saat berada di Akron,a��a�� ungkap Whitney.

Selama tur itu, kami menyadari bahwa sekolah ini tidak sekadar mendapatkan manfaat dengan popularitas global James. Justru sebaliknya, James sangat sayang pada sekolah ini.

Selain sering mampir, James sering meminta para sponsornya untuk melakukan syuting iklan di sekolah ini. Pihak St. Vincent-St. Mary menjelaskan, iklan asuransi, iklan produk elektronik, dan beberapa lainnya dilakukan di sekolah ini!

Begitu masuk ke dalam, kami diminta untuk tidak berisik, karena kegiatan belajar-mengajar memang sedang berlangsung. Kami melintasi ruang studi besar sekaligus kafetaria, melewati sebuah toko merchandise sekolah, menuju arena olahraga sekolah.

Sebelumnya, kami ditunjukkan dulu koleksi trofi St. Vincent-St. Mary. Dan koleksi itu begitu mengesankan!

Dinding panjang selebar lapangan basket dipenuhi koleksi piala. Sekolah ini memang serius mengembangkan olahraga, total memiliki program untuk 25 cabang olahraga.

a��a��Dalam 50 tahun terakhir kami meraih 40 gelar state champion (juara negara bagian, Red) dalam berbagai cabang olahraga. Dalam 12 tahun terakhir, tim basket putra kami masuk final negara bagian hingga sembilan kali,a��a�� papar Whitney.

Di tengah-tengah koleksi piala itu, beberapa merupakan yang dipersembahkan James. Selama empat tahun SMA di sana, James mengantarkan tim itu menjadi juara Ohio sebanyak empat kali.

Pada 2003, tahun terakhir James, sekolah itu juga dinobatkan oleh koran USA Today sebagai tim SMA terbaik di seluruh Amerika!

Whitney lantas membukakan pintu lebar di sebelah lemari trofi itu. Pintu bertulisan a��a��LeBron James Arenaa��a��. Ya, gedung basket di sana diberi nama sang bintang.

Bahkan, nama a��a��LeBron Jamesa��a�� tersebar di hampir seluruh sudutnya. Cerita hidupnya, dan komitmennya terhadap sekolah dan kampung halaman, dipaparkan di salah satu dinding pintu masuknya.

a��a��Saya hanyalah seorang anak dari Akron,a��a�� bunyi salah satu tulisannya.

a��a��Saya berjanji tidak akan pernah melupakan tempat dari mana saya berasal,a��a�� bunyi tulisan lain di dekatnya.

Apakah semua itu terpasang karena sekolah ini a��a��menjuala��a�� popularitas LeBron James? Ternyata sama sekali tidak. Itu semua justru karena sang bintang merogoh koceknya dalam-dalam untuk membantu merenovasi sekolah, menjadikan gedung basket itu ultramodern.

a��a��LeBron James menyumbangkan USD 1 juta (lebih dari Rp 13 miliar, Red) untuk merenovasi gym ini,a��a�� ungkap Whitney.

Apa saja yang direnovasi pada 2013 itu? a��a��Lapangannya baru, ring-nya Spalding seperti yang dipakai NBA. Score board-nya seperti yang di universitas-universitas,a��a�� jelas Whitney.

Sejumlah tribun tambahan juga dipasangkan. Model retractable, kalau tidak dipakai menempel rata ke dinding. Menurut Whitney, kini kapasitasnya sekitar 3.000 penonton. Itu tanpa harus memperlebar luas bangunan.

Tidak lama di sana, muncul seorang pria tinggi besar. Dia adalah Willie McGee, director of athletics (pimpinan program olahraga) sekolah tersebut.

Orang yang satu ini punya cerita lebih lengkap lagi. Karena dia bukan sekadar pimpinan program olahraga. Dia adalah salah satu sahabat James, rekan satu tim saat main basket di St. Vincent-St. Mary. Dia ikut berperan dalam film dokumenter tentang LeBron James, More Than a Game.

Ketika McGee membuka kesempatan mengunjungi ruang ganti tim, dan locker milik James, tentu saja kami jawab iyaa�� (AZRUL ANANDA, Akronbersambung/JPG/r8)A�A�

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post