Lombok Post
Metropolis

Hanya Habiskan Uang Rakyat

festival
KOORDINASI: (dari kanan) Kadis Budpar Mataram HA Latif Nadjib, Kepala BPPD Mataram Yusril Arwan, dan EO Festival Mataram Mauren Wenas saat membahas persiapan Festival Mataram, Selasa (22/11).

MATARAM – Rangkaian kegiatan Festival Mataram akan dimulai Kamis besok. Namun acara ini terkesan tidak digarap serius. Terlihat hanya menghabiskan anggaran akhir tahun alias menghamburkan uang rakyat.

Buktinya, hingga siang kemarin (22/11), persiapan event organizer (EO) yang ditunjuk baru mencapai 70 persen saja. a�?Saya tak akan bilang 80 atau 90, sekarang memang baru 70 persen,a�? aku EO Festival Mataram Mauren Wenas dalam konferensi pers, kemarin (22/11).

H-2 dimulainya Festival Mataram, pihak EO mengatakan baru akan melakukan loading barang di Sankareang dan Taman Bumi Gora sebagai dua lokasi utama kegiatan. Kepastian peserta saat konferensi pers berlangsung juga belum selesai sepenuhnya.

Bahkan untuk peserta kecamatan masih dipastikan lagi seperti apa sinopsisnya. Itu belum termasuk peserta lintas kabupaten yang belum menyatakan kepastian bergabung atau tidak. a�?Hari ini kami menunggu kepastian Loteng dan Lobar,a�? ujarnya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Mataram Yusril Arwan meminta pihak panitia memersiapkan semua detail secara maksimal. Pagelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang juga sedang berlangsung menurutnya harus bisa dimanfaatkan.

Ia meminta panitia tak tenggelam dengan even nasional yang bersamaan waktunya itu. Tapi bisa digunakan untuk mempromosikan aneka kelebihan Mataram pada 34 delegasi provinsi di Indonesia. a�?Kalau bekerja harus smart, manfaatkan momentum ini,a�? pesannya.

Kadis Budpar Kota Mataram HA Latif Nadjib mengatakan Festival Mataram tahun kedua harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Parade seni dan budaya yang diangkat harus mampu mempromosikan Mataram secara lebih masif.

Itulah mengapa, tema “Dari Mataram Untuk NTB” diangkat. a�?Mataram Punya Cerita Untuk NTB yang Lebih Baik,a�? ujarnya menjelaskan slogan yang mulai digaungkan.

Karena kegiatan yang bertujuan mendukung perkembangan pariwisata, ia berjanji memberikan yang terbaik. Religi dan tradisi diangkat.

Empat kelebihan Mataram, kuliner, atraksi, situs, dan oleh-oleh diharap bisa terdorong pertumbuhannya dari festival tersebut. a�?Kita berikan yang terbaik,a�? janjinya.

Sejumlah masyarakat yang dimintai komentar mengatakan ragam kritik dan masukannya. Salah satunya, gaung yang tak begitu terdengar hingga H-2 kemarin. a�?Saya tahu kegiatannya karena lihat spanduk di Jalan Pejanggik,a�? kata Ridwan menjelaskan sumber satu-satunya yang menginformasikan Festival Mataram.

Selain di area Pejanggik, memang tak banyak informasi mengenai kegiatan tersebut. Di sepanjang jalan tersebut, sejumlah baliho tampak terpasang. Namun hal itu lagi-lagi tak lepas dari kritik masyarakat. Beberapa menganggap baliho yang disandarkan begitu saja di pohon dan tiang listrik menandakan pemerintah yang tak serius. a�?Ya informasinya begitu-begitu saja, alakadarnya, cuman nempel di pohon,a�? kritik Dirman, salah seorang warga.

Sebelumnya, kritik tak kalah tajam bahkan meluncur dari mulut orang nomor satu di kota ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Ahyar mengkritik persiapan sejumlah SKPD yang dinilai tak ada semangat sama sekali. a�?Belum banyak publikasi, belum ada gregetnya,a�? sindir Ahyar. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost