Lombok Post
Praya

Mamiq Alex Jadi Tersangka

Kapolres Loteng AKBP Nurodin.

PRAYA – Polres Lombok Tengah (Loteng) menetapkan mantan Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Abdul Halik Iskandar atau yang akrab disapa Mamiq Alex sebagai tersangka. Ia diduga terlibat kasus penggergahan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah (Loteng). Statusnya itu berlaku sejak 12 November lalu.

a�?Apakah kita melakukan penahanan atau tidak, kita tunggu saja perkembangannya,a�? kata Kapolres Loteng AKBP Nurodin SIK, kemarin (22/11).

Bersangkutan, tekan Nurodin diduga melakukan penggergahan lahan milik ITDC di KEK Mandalika. Atas kasus ini ITDC, mengajukan keberatan dan melaporkan ke Polres.

a�?Siapa pun yang melapor tetap kami tindaklanjuti. Tapi, bukan berarti kami mendukung ITDC. Melainkan, murni penegakan hukum,a�? tegasnya.

Dari informasi yang diserap Lombok Post, surat panggilan terhadap Mamiq Alex dilayangkan sejak 12 November lalu bernomor S.Pgl/451/XI/2016/Reskrim. Polres pun memanggil bersangkutan sebagai tersangka. Langkah itu dilakukan, berdasarkan laporan yang masuk tertanggal 1 November lalu, Nomor LP/466/XI/2016/NTB/Res Loteng.

a�?Lebih lanjut, silahkan ditanyakan ke Kasat Reskrim,a�? imbuhnya.

Sementara itu, ketua tim advokasi masyarakat kawasan Mandalika Resort Lalu Arif Widia Hakim mengatakan, tidak akan mau mengintervensi penetapan tersangka Mamiq Alex. Karena, lain urusannya.

a�?Kebetulan, bersangkutan memiliki pengacara sendiri. Tim sebatas memantau saja,a�? katanya, terpisah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost