Lombok Post
Headline Pendidikan

Tidak Bisa Menulis, Susah Naik Pangkat

BERIKAN MOTIVASI: Kabid Dikdas Dikbud Lobar Hairuddin (berdiri)saat seminar yang diadakan PGRI Kecamatan Gunungsari di SMPN 4 Gunungsari Lobar, kemarin (22/11).

GIRI MENANGA�– Guru diminta untuk bisa menulis. Tulisan guru ini berpengaruh pada kepangkatan

a�?Kalau tidak menulis maka guru tak bisa naik pangkat,a�? kata Kabid Dikdas Dikbud Lobar Hairuddin saat menjadi pemateri pada seminar PGRI Kecamatan Gunungsari Lobar, kemarin (22/11).

Sesuai dengan aturan, sambung Hairuddin, guru yang tidak bisa menulis pangkatnya terancam. Guru yang golongan 4a untuk ke 4b harus bisa menulis.

a�?Begitu juga dengan guru 3a ke 3b juga harus bisa menulis,a�? terangnya.

Dinas menekankan, agar guru Lobar ini mau menulis. Guru tidak lagi diimbau, tapi harus dipaksa. Sudah saatnya prestasi Lobar dibangun dengan prestasi menulis.

a�?Hari libur atau waktu luang bisa dimanfaatkan menulis,a�? kata dia.

Ditambahkan, dinas sudah menyiapkan pola agar guru ini terbiasa menulis. Seperti mengadakan lomba menulis mulai dari tingkat kecamatan dan kabupaten.

a�?Saya tantang guru untuk menulis,a�? tegas Hairuddin dihadapan para guru.

Selain itu, Hairuddin menyinggung soal kedisiplinan guru. Tanpa disiplin maka guru dan siswa tidak akan berprestasi. Pada seminar ini dinas meminta guru disiplin. Seperti disiplin melaksanakan tugas, disiplin mengajar, disiplin evaluasi hasil siswa, dan sebagainya.

A�a�?Selain itu guru harus bisa menjadi inspirasi bagi siswa dengan cara berprestasi,a�? sebut dia.

Dengan disiplin, lanjutnya, dinas yakin guru bisa meraih prestasi. a�?Pada akhirnya bisa menjadikan Lobar berprestasi sesuai keinginan pemerintah kabupaten,a�? tandasnya

Sementara itu Perwakilan PGRI Kecamatan Gunungsari Lilik Jayaningsih mengatakan,A� seminar ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar. a�?Guru harus ada inovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran,a�? ujar perempuan berjilbab ini.

Lilik mengatakan, seminar ini dilaksanakan secara bertahap. Setiap sekolah di Kecamatan Gunungasri diwakili dua guru. Ini dilakukan agar tidak mengganggu poses belajar mengajar di sekolah.

a�?Kalau semuanya ikut maka belajar di sekolah akan terganggu,a�? kata Lilik. Seminar di SMPN 4 Gunungsari dengan tema menuju prestasi melalui disiplin tinggi diikuti ratusan guru asal Kecamatan Gunungsari. (jay/r9)

Berita Lainnya

Tujuh Warga Jadi Tersangka

Redaksi LombokPost

Kades Sukamulia Buronan Polisi

Redaksi LombokPost

Calon Komisioner Gagal Somasi KPU

Redaksi LombokPost

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post