Lombok Post
Metropolis

APP Pelototi Dikes

usman-copy
Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, H Usman Hadi.

MATARAM – Berbagai realisasi pengerjaan fisik SKPD Kota Mataram di tahun anggaran 2016, tengah berkejaran dengan waktu. Mengingat sisa waktu kerja efektif 38 hari lagi, hingga akhir tahun.

Sebagian besar berbagai proyek fisik di Kota Mataram, menunjukan progres mengembirakan. “Tinggal proyek milik dikes yaitu puskesmas,a�? kata Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram M Suryadi.

Khususnya, dua proyek Puskesmas yang membuat was-was yakni Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Tanjung Karang. Hingga jelang akhir tahun, progres pengerjaan baru mencapai 51 persen.

Suryadi berharap, pihak pelaksana meningkatkan kinerja. Menghindari, denda jika melewati waktu yang telah disepakati. “Makanya kami terus dorong. Sekarang sudah mulai terlihat mereka menambah tenaga dan bahan,a�? imbuhnya.

Selain aktif turun ke lapangan memantau proyek, Suryadi berupaya menekan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengawasi lebih ketat proyek-proyek itu. Menginventarisir persoalan yang terjadi selama proses. Sehingga bisa dicarikan solusi secepatnya.

“(Saya bilang) Coba maksimalkan sisa waktu yang ada, agar bisa selesai tepat waktu,a�? tegasnya.

Didesak apa penyebab dua Puskesmas itu sampai molor pengerjaanya, ia mengungkapkan, sebelumnya ada protes warga. Mereka mengaku terganggu, sebab awalnya disebut tidak ada sosialisasi apa pun.

Pengerjaan baru kembali berjalan, setelah ada penjelasan dari Pemkot. “Ada warga (protes), tapi sudah diselesaikan,a�? jawab dia.

Suryadi menjamin tidak ada punishment bagi dua pelaksana jika sampai akhir tahun, pekerjaan mereka tidak tuntas. Mereka, boleh mengikuti proyek-proyek lainnya yang dilelang pemerintah kota.

a�?Kita pahami kesulitan mereka. Tetapi, kita juga minta mereka bekerja, agar tidak ada denda karena keterlambatan pengerjaan. Kalau denda kan memang sudah diatur dalam perjanjian,a�? tandasnya.

Tidak hanya Bagian APP, pihak Dinas Kesehatan juga mengaku tak kalah resahnya dengan progres pengerjaan dua puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Usman Hadi, pernah mengatakan kalau soal keterlambatan itu menjadi tanggung jawab dari pelaksana.

“Mau tidak mau mereka harus tanggung jawab. Mereka sudah ikut lelang dan jadi pemenang, tentu harus tanggung risiko kalau molor,a�? kata Usman.

Namun yang lebih mengkhawatirkan dirinya adalah pelayanan kesehatan tidak bisa maksimal. Apalagi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir cukup ekstrim.

Belum tuntasnya pengerjaan Puskesmas, pasti akan berdampak langsung pada pelayanan kesehatan bagi masyarkat. “Iya, bisa kewalahan (pelayanan). Tapi kita berdoa saja, semoga cepat selesai,a�? tutupnya.

Untuk diketahui, Puskesmas Pagesangan meliputi pengerjaan rehab dan penambahan ruang. Dengan pagu Rp 5 miliar. Sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS), menjadi Rp 4,98 miliar. Begitu halnya juga dengan puskesmas Tanjung Karang. Dengan pagu Rp 3,3 miliar dan HPS Rp 3,3 miliar. (zad/r5)A�A�

Berita Lainnya

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost