Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Dukung Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

BANTUAN: Anggota Komisi VII DPR RI Dr.H Kurtubi (kaca mata) memberikan secara simbolis 10 kendaraan roda tiga pengangkut sampah kepada sejumlah kepala desa di Lombok Barat dan kelurahan di Kota Mataram kemarin (23/11).

MATARAM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyalurkan 10 kendaraan roda tiga pengangkut sampah untuk desa dan kelurahan di Lombok Barat dan Kota Mataram. Kendaraan itu diberikan secara simbolis oleh anggota Komisi VII DPR RI Dr H Kurtubi.

Kurtubi mengatakan pengelolaan sampah sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim. Maraknya bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini dinilai sebagai gejala perubahan iklim. “Maka itulah negara-negara dunia sepakat untuk mengurangi penggunaan energi fosil batu bara untuk menurunkan emisi yang berdampak pada gas rumah kaca,” kata Kurtubi di Mataram (23/11).

Dikatakan, sampah sebenarnya bisa dimanfaatkan. Salah satunya sebagai tenaga listrik. Karenanya, dia mendorong pemerintah menjadikan sampah sebagai tenaga listrik.

a�?NTB saya kira cocok dijadikan tempat dibangunnya fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah ini,a�? ujarnya.

Bagi dia, sudah saatnya pembangkit listrik di Indonesia menggunakan energi terbarukan, serta energi panas bumi. Apalagi potensi yang ada sangat menjanjikan. Dia mencontohkan seperti kawasan Sembalun, Lombok Timur, memiliki potensi pembangkit listrik energi terbarukan.

“Kalau PLN nggak mampu membangun pembangkit listrik panas bumi di Sembalun, maka serahkan ke investor,” papar dia.

Persoalan sampah mendorongnya untuk mengajak semua pihak untuk ikut mengatasinya. Salah satunya dengan mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan pengangkut sampah agar dikelola desa dan kelurahan.

Terpisah, Kepala Badan Organisasi dan Tatalaksana Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Indra Iswara menjelaskan, pertumbuhan sampah di Indonesia yang mencapai 64 juta ton. Tak heran, sampah memberikan dampak lingkungan yang begitu kompleks.

Dampak sampah yang dirasakan di antaranya menurunnya kualitas lingkungan baik pada tanah, air, dan udara. Hingga dampak terhadap kesehatan, hingga estetika suatu wilayah.

“Pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengurangi sampah dengan target pengurangan 14 juta ton. Pembentukan Bank sampah dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah masuk TPS,” tandas dia.

Saat ini, kata Indra terdapat 4.280 bank sampah di Indonesia dengan total nasabah mencapai 163.128 orang. Pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas sarana pengelolaan sampah dengan memberikan alat angkut serta pembangunan sarana pengolahan sampah.

Pihaknya juga mengapresiasi dukungan Komisi VII DPR RI untuk menghadapi persoalan sampah. Dia juga optimistis masyarakat mendukung program kerja Kementerian LH dan kehutanan. (tan/r3/*)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post