Lombok Post
Headline Politika

Khudori Terancam Dipecat

DPW PKB NTB TGH Najamuddin Mustafa, kemarin(23/11).

MATARAM – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Barat TGH Khudori Ibrahim terancam diberhentikan dari partai. Opsi pemberhentian dilakukan jika dia tidak loyal terhadap partai yang membesarkanA� namanya sebagai anggota dewan di Udayana.

a�?Kalau rapornya jelek terus, bisa diberhentikan partai,a�? tegas Ketua DPW PKB NTB TGH Najamuddin Mustafa, kemarin(23/11).

Dikatakan, Khudori menyinggung penundaan pelaksanaan musyawarah wilayah (Muswil) tidak akan dilakukan lantaran kepengurusan PKB diambil alih DPP melalui karateker. Khudori juga menyinggung posisi Najamuddin yang sudah tidak menjabat sebagai ketua DPW PKB. Khudori juga membantah pernyataan Najamuddin tentang calon tunggal untuk posisi ketua PKB pada muswil mendatang.

a�?Jangan banyak bunyi,a�? katanya ketus.

A�a�?Mana bukti surat karateker itu, coba tunjukkan,a�? sambungnya.

Diakui, masa jabatannya sebagai ketua telah habis pada 2015 lalu. Dia kembali menjabat sebagai ketua hanya perpanjangan hingga muswil dilakukan dan memilih calon ketua baru.

a�?Perpanjangan sebagai ketua telah mendapat persetujuan dari DPP,a�? ujarnya.

Dia menegaskan tidak berkeinginan menjabat kembali sebagai ketua. Dia ingin memberikan kesempatan pada kader yang lebih muda.

Mengenai penyebab muswil belum juga dilakukan, lanjutnya, karena DPP belum menurunkan surat perintah pelaksanaan muswil. a�?Tidak mungkin kita lakukan muswil tanpa surat perintah,a�? kata mantan anggota DPRD NTB ini.

Kata dia, pernyataan Khudori yang membantah calon tunggal juga tidak mendasar. Nama calon tunggal Lalu Hadrian Irfani muncul atas pertimbangan dan kesepakatan DPP secara musyawarah mufakat. Final DPP menunjuk nama Hadrian, setelah sebelumnya ia mengajukan beberapa nama yang layak sebagai ketua PKB NTB.

a�?Lantas ia pertanyakan kartu anggota, DPP segera buatkan sama seperti dia (Khudori),a�? paparnya.

Najamuddin mengimbau pada Khudori untuk tidak seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Sayangnya, Najamuddin tidak ingin berbicara lebih jauh apa penyebab penilaian tersebut.

a�?Dia tahu kok apa yang saya maksud,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

 

Berita Lainnya

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post