Lombok Post
Tanjung

Pakai Sistem Konservasi, Hasil Panen Jagung Memuaskan

MEMUASKAN: Petani di Dusun Sambik Rindang, Desa Salut, Kayangan saat memanen jagung yang ditanam di lahan demplot pertanian konservasi.

Pertanian salah satu mata pencaharian masyarakat Lombok Utara. Namun dengan kondisi geografisnya, banyak lahan pertanian yang justru berada di lahan kering. Sehingga petani di Dusun Sambik Rindang, Desa Salut, Kayangan berinovasi memanfaatkan lahan kering tersebut.

***

Meskipun bertani di daerah kering, namun hasil panen jagung di lahan seluas 6 are yang dikelola Kelompok Tani Sambik Rindang I terlihat bagus dan banyak. a�?Ini panen pertama di lokasi demplot. Dan hasilnya tidak mengecewakan,a�? ujar penyuluh pendamping Wira Pribadi Putra.

Dijelaskan, sistem tanam di lahan demplot ini dilakukan dengan sistem pembandingan. Dengan tujuan membandingkan hasil panen antara lahan pertanian yang menggunakan cara konvensional dengan cara konservasi.

Kelebihan sistem pertanian konservasi ini juga untuk mengurangi ketergantungan pupuk. a�?Di sini kesulitan air dan saluran irigasi sehingga kita coba pakai cara konservasi,a�? katanya.

Sebelum melakukan penanaman di lahan demplot tersebut, kelompok tani terlebih dulu mendapatkan pelatihan dari FAO dan USAID. Ada tiga konsep sistem pertanian konservasi yakni pengolahan lahan seringan-ringannya, penutupan permanen, dan rotasi tanaman.

Sementara itu, untuk cara penanaman pertanian konservasi bisa dilakukan dengan teknik lubang tanam dan alur. Teknik lubang tanam adalah petani menggali tanah berbentuk kotak ukuran 40×40 sentimeter. Kemudian ditanami bibit jagung dan diberi pupuk organik. Sedangkan sistem alur atau tanah tanpa diolah. a�?Hasil dari dua metode ini yang dibandingkan dengan cara konvensional,a�? tandasnya.

Hasil teknik lubang tanam sebanyak 109 kilogram, teknik alur sebanyak 77 kilogram. Sedangkan teknik konvensional yang digunakan petani hanya 76 kilogram. Hal ini tentu merupakan hasil yang memuaskan, apalagi Lombok Utara masih banyak memiliki lahan kering. a�?Hasil di lahan kering ini saja bagus. Apalagi jika pertanian konservasi diterapkan di lahan subur,a�? pungkasnya. (Pujo Nugroho/Tanjung/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost