Lombok Post
Headline Kriminal

Tak Mau Dibina, Apotek Dibinasakan

BARANG BUKTI: Ratusan ribu butir obat dan kosmetik tanpa izin edar yang disita polisi dan BPPOM Mataram dari tiga pelaku, beberapa waktu lalu.

MATARAMA�– Penemuan ratusan ribu obat tanpa izin edar di salah satu apotek di Bima, mendapat atensi Dinas Kesehatan (Dikes) NTB. Kepala Dikes NTB Nurhandini Eka Dewi menegaskan, akan menutup setiap apotek yang berani menjual obat illegal.

a�?Kalau tidak bisa dibina, ya kita binasakan,a�? tegas dia, kemarin (23/11).

Menurut Nurhandini, penjualan obat tanpa izin edar merupakan pelanggaran berat. Apalagi dilakukan melalui apotek yang pengelolaannya dilakukan secara professional.

a�?Ada unsur kesengajaan di dalamnya, karena dikelola professional, tentu dia tahu aturan,a�? katanya.

Terkait kesengajaan pelanggaran aturan tersebut, diduga dilakukan DS (inisial) pemilik apotek SF di Bima. Nurhandini mengatakan, pihaknya bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, tetap melakukan pengecekan terhadap seluruh apotek di NTB.

Tidak terdeteksinya penjualan obat tanpa izin edar yang dilakukan DS, diduga karena ia pintar membaca pola waktu pengecekan. Karena itu, ketika apoteknya dicek petugas, dia menyembunyikan obat tanpa izin edar di rumahnya.

a�?Pintar dia ini, meski pengecekan berkala tetap kita lakukan tanpa sepengetahuan pemilik apotek, tapi dia tahu kapan apoteknya akan diperiksa,a�? kata Nurhandini.

Menurut mantan Kadikes Lombok Tengah ini, pihaknya hanya berwenang memeriksa obat-obatan yang berada di apotek dan gudangnya. Jika obat disimpan di rumah, maka pemeriksaan menjadi kewenangan kepolisian.

Terlepas dari itu, Nurhandini menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap apotek milik DS. Selain itu, Dikes NTB akan berkoordinasi dengan Dikes Kabupaten untuk mengecek, apakah sebelumnya apotek tersebut telah mendapat teguran.

a�? Tapi bisa dipastikan dengan kasus yang terakhir, apoteknya bisa kita tutup,a�? tegas dia.

Sebelumnya, polisi berhasi mengungkap penjualan ratusan ribu obat tanpa izin edar, dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan polisi, obat-obatan tersebut terdiri dari 16 item berjumlah 36.523 pieces sediaan farmasi tanpa izin edar, 1880 tablet psikotropika, 125.775 tablet obat keras, dan 951 obat tradisional tanpa izin edar. Seluruh obat tersebut, diamankan dari tangan DS (inisial) di Bima.

a�?Sebagian besar obat kami sita di rumahnya dan di apoteknya,a�? kata Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB AKBP AA Gede Agung, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil uji laboratorium di BPPOM, obat tradisional yang diamankan polisi ternyata mengandung bahan kimia. Seharusnya, obat tersebut berasal dari bahan tumbuhan herbal. Namun, produsen malah mencampurnya dengan bahan kimia berbahaya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost