Lombok Post
Headline

Tiga Proyek Terancam Molor

puskesmas
KEJAR TARGET: Seorang pekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membangun Puskesmas Pagesangan, Selasa (22/11).

MATARAM – Tiga proyek milik Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram tengah berpacu dengan waktu. Tiga pryek itu adalah, rehab dan penambahan ruang Puskesmas Tanjung Karang, Puskesmas Pagesangan dan pembangunan gedung farmasi.

Usut punya usut, khususnya dua puskesmas molor rupanya karena tidak ada sosialisasi dari pelaksana pada lingkungan sekitar. Sehingga, sempat mendapat penolakan dari warga.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram Wartan membenarkan soal ini. a�?Itu dari pihak owner (pelaksana), sosialisasinya kurang. Dan itu bukan tugas kami (Pemkot Mataram),” kata Wartan.

Akibatnya, waktu pengerjaan pun sempat tertunda. Sehingga berdampak pada progres pengerjaan fisik. Walau sisa waktu pelaksanaan menyisakan sekitar 36 hari ke depan hingga habis masa tahun anggaran 2016, namun Wartan tegas meminta agar pengerjaan bisa tuntas pada waktunya.

a�?Kontraknya sudah kita tanda tangani di atas materai. Kalau tidak, aturan dan punishment berlaku (denda). Tidak pandang bulu,a�? tegasnya.

Diakuinya, tiga proyek ini memang jadi fokus perhatian pemerintah. Mengingat pada awal tahun lalu, semua SKPD telah berkomitmen merealisasikan fisik dan anggaran hingga 98 persen.

Wartan tidak ingin ada keterlambatan pengerjaan proyek. Sebab, persoalan seperti ini sudah terlalu sering terjadi. “Jangan terulang lagi lah,” ucapnya.

Apalagi, pembinaan juga telah dilakukan sejak awal tahun. Termasuk meminta APP untuk mendorong PPK dan KPA, mencari jalan keluar jika pelaksana menemui kendala.

Solusinya bisa dengan menambah jumlah tenaga kerja. Sehingga peningkatan pengerjaan bisa lebih signifikan. “Upaya kami sudah maksimal, agar itu bisa tuntas pada waktunya,a�? tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram I Ketut Sugiarta jauh-jauh hari sudah mengingatkan kewajiban pelaksana patuh pada perjanjian. Pemerintah juga harusnya turun membina. Memberikan pengawasan di lapangan. Tidak hanya menunggu laporan dari balik meja.

a�?Bisa manfaatkan waktu malam hari, tambah pekerjanya. Harus selesai tepat waktu,a�? kata Sugiartha.

Hanya saja, pemerintah juga jangan teledor. Jangan asal dorong proyek selesai tepat waktu, tetapi spesifikasi dan konstruksi bangunan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebab jika itu yang terjadi, tidak hanya akan merugikan Pemkot sebagai pemilik proyek. Tetapi juga, berpotensi mengancam keselamatan warga.

a�?Jangan asal-asalan. Harus benar-benar dikerjakan sesuai DEDnya. Jangan sampai kualitas jadi semakin buruk,a�? peringatnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post