Lombok Post
Tanjung

Uski Tertarik Qasidah karena Keluarga

QASIDAH: Uskiani (paling kanan), salah seorang remaja asal Lombok Utara yang memiliki potensi dalam seni qasidah.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk syiar Islam ataupun dakwah. Salah satunya dengan kesenian qasidah. Qasidah ini tampaknya cukup efektif digunakan untuk syiar maupun dakwah di kalangan anak-anak hingga remaja. Di Lombok Utara seni qasidah semakin berkembang dan diminati siswa-siswi.

***

Di tengah alunan musik qasidah sore itu, tampak seorang gadis remaja menyanyikan salah satu lagu religi dengan bersemangat. Meskipun ada sedikit raut gugup di wajahnya. Ya, gadis itu bernama Uskiani.

Dia tetap tampil baik di hadapan dewan juri Festival Bintang Vokalis Tingkat Nasional yang digelar di Bandar Lampung, Rabu (23/11) lalu. a�?Tadi grogi sedikit, tapi tetap tampil sebaik mungkin,a�? ujar Uski usai tampil di atas panggung.

Kepada Lombok Post, Uski yang saat ini masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren As-Syafiiah Pemenang menceritakan kisahnya menggeluti qasidah. Ternyata dari awal memang sudah menyukai musik qasidah. Berbeda dengan anak-anak seusianya yang lebih banyak menyukai aliran musik pop, jazz, atau bahkan dangdut.

Tetapi dara kelahiran Lombok Utara ini mengaku juga suka dengan aliran musik lain, selain qasidah. a�?Semua musik saya suka sih,a�? katanya sambil tersenyum.

Menurut anak dari pasanganA� Jamaludin dan Johairiah ini, ketertarikannya pada qasidah mungkin sudah ada sejak kecil. Apalagi saat masih kecil, Uski juga sering mendengar dua kakaknya menyanyikan lagu qasidah.

Faktor keluarga tidak bisa lepas dari ketertarikan Uski pada qasidah. Karena ternyata ibu Uski dulunya juga merupakan salah satu qoriah berbakat. “Orang tua sama keluarga juga mendorong saya untuk terus bernyanyi qasidah,a�? katanya.

Meskipun menyukai qasidah sejak kecil, Uski baru mengikuti kejuaraan ataupun festival qasidah baru-baru ini. Salah satunya kejuaraan qasidah tingkat NTB yang dilakukan di Sumbawa beberapa waktu lalu. Tampil pertama kalinya dalam ajang perlombaan, Uski berhasil mendapatkan prestasi sebagai juara harapan. “Latihan sendiri sama orang tua dan keluarga. Ingin terus nyanyi qasidah, semoga dapat prestasi bagus di sini (Lampung),a�? ungkapnya dengan wajah sedikit lelah.

Saat ini, Uski mendapat pelatihan dari pelatih-pelatih berpengalaman yang berada di DPD LASQI Lombok Utara dan DPW LASQI NTB. Pengembangan seni qasidah di tengah masyarakat sangat berperan penting untuk mencegah remaja dari perilaku menyimpang. Seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, ataupun kekerasan. Selain itu, qasidah juga bisa menjadikan pergaulan remaja lebih terarah dan positif. (Pujo Nugroho/Tanjung/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost