Headline Kriminal

Mafia Penipuan CPNS Incar Guru Honorer

SELONGA�– Sejumlah guru honorer mendatangi Polres Lotim kemarin (25/11). Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oknum guru honorer lain. A�Konon penipuan ini terkait janji A�pengangkatan guru honorer menjadi PNS dengan mengeluarkan sejumlah uang.

a�?Awalnya saya bertemu dengan ketua forum honorer K2 atas nama AR,a�? kata Lalu Mumahamad Amri, salah seorang guru honorer asal A�Embung Dalem Desa Suka DamaiA� Kecamatan Jerowaru.

Dari pertemuannya tersebut, komunikasi berlanjut. Bahkan Amir mengaku pernah diajak melakukan aksi demo memperjuangkan nasib guru honorer. Komunikasi yang terbangun dengan baik membuat Amri tak menaruh kecurigaan terhadap AR.

a�?Hingga pada suatu saat saya dapat informasi dari dia bahwa ada jalan untuk diangkat menjadi PNS. Tapi itu harus kami urus di pusat di Jakarta,a�? akunya.

Sayangnya, berbeda dengan informasi yang sebelumya yang biasa disebarkan, informasi pengangkatan kali ini dikatakan sangat terbatas. Sehingga oleh AR, Amir diminta untuk tidak menyebarkannya.

A�a�?Bahkan saya diminta bersumpah untuk tidak memberitahu siapa-siapa terkait informasi ini. Karena hanya beberapa orang saja yang tahu,a�? bebernya.

Sebagai jalan pembuka, Amir yang kini menjadi guru honorer K2 di SDN 6 Sukaraja ini beserta sekitar 14 guru lainnya diminta mengeluarkan uang senilai Rp 200 ribu. Namun, untuk tahap berikutnya masing-masing guru honorer akan dimintai Rp 3 juta. Setelah SK keluar itu akan dimintai Rp 30 juta.

A�Ia juga diminta ikut ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah pihak untuk membicarakan pengangkatan dirinya bersama yang lain menjadi PNS. a�?Nah di sana (di Jakarta) A�saya ditemui orang di musala sebuah Pertamina (SPBU) dari sana saya curiga,a�? kata dia.

Setelah mencari informasi ke sejumlah sumber, akhirnya Amir sadar bahwa dirinya telah ditipu. Ia pun kemudian meminta pendampingan dari forum guru honorer pusat untuk melaporkan aksi penipuan ini.

a�?Kami datang dari pusat untuk memberikan pendampingan pada guru honorer di semua wilayah di Indonesia. Kami tegaskan bahwa tidak ada pengangkatan PNS yang menggunakan uang suap,a�? kata Rianto Agung Subekti, Ketua I Tim Investigasi GHK2 pusat.

Dijelaskannya, ini terjadi bukan hanya di Lombok melainkan di seluruh Indonesia termasuk di Pulau Jawa. Ia mengatakan ada jaringanA� penipuan yang terselubung di daerah hingga di pusat. Sehingga ia kemarin datang untuk memberikan pendampingan melaporkan aksi penipuan ini ke Polres Lotim.

a�?Bukan hanya di Lotim. Tapi kami akan terus sosialisasi ke sejumlah wilayah lain,a�? jelasnya.

Koran ini mencoba mengkonfirmasi AR, oknum yang diduga melakukan penipuan via ponselnya kemarin. Menurutnya, apa yang disampaikan Amir A�tidak sepenuhnya benar. Ia mengaku uang yang dikeluarkan para guru honorer itu bersifat sumbangan sukarela. Tujuannya A�untuk mengurus segala administrasi untuk memperjuangkan honorer K2 di pusat. a�?Uang itu kan kami pakai untuk bertemu dengan anggota dewan hingga melihat peluang aturan pengangkatan,a�? dalihnya.

Sebelumnya Kepala BKD A�Lotim, H Najamudin juga telah beberapa kali menghimbau masyarakat khususnya para guru agar jangan mudah percaya dengan isu pengangkatan PNS yang meminta masyarakat untuk mengeluarkan uang. Karena itu dikatakannya sebagai aksi penipuan. Bahkan sejumlah oknum sudah berani mengatasnamakan dirinya untuk meminta uang kepada masyarakat. (ton/r2)

Related posts

Isu Ijazah Palsu Ancam Balon Kepala Daerah

Iklan Lombok Post

PDIP Masih Belum Pasti Dukung SUKMA

Redaksi Lombok Post

Sepak Takraw Fokus Pematangan Tim

Redaksi Lombok post