Lombok Post
Headline Praya

Mamiq Alex Batal Disidang

PENUHI PANGGILAN: Mantan Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Abdul Halik Iskandar, bersama kuasa hukum dan saksi, saat memenuhi panggilan PN Praya Lombok Tengah, kemarin (25/11)

PRAYA – Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring), atas dugaan penguasaan tanah tanpa izin di kawasan Mandalika Resort, Lombok Tengah (Loteng), yang melibatkan mantan Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Abdul Halik IskandarA� batal digelar kemarin (25/11). Alasannya, tidak ada jadwal sidang yang dimaksud, di Pengadilan Negeri (PN) Praya.

a�?Itu artinya, ada yang main-main dengan kami. Kok bisa ada prosedur hukum seperti ini,a�? kata Lalu Abdul Halik Iskandar alias Mamiq Alex, kemarin (25/11) di halaman PN Praya.

Bersama kuasa hukum dan 15 saksi, pihaknya merasa pelapor dan penyidik kepolisian, terlalu cepat mengambil kesimpulan atas dugaan penguasaan tanah seluas 3 hektare (ha). a�?Saya ini menjadi tersangka, dilahan saya sendiri, hak saya sendiri yang saya beli dari hasil keringat sendiri,a�? klaimnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku siap mengikuti prosedur hukum sampai tuntas, sehingga akan terjawab mana yang benar dan salah. Politis Partai Demokrat itu pun yakin, cepat atau lambat kebenaranlah yang akan menang. Apalagi, pihaknya merasa tidak pernah melakukan penggergahan maupun penguasaan lahan tanpa izin sebagaimana yang disangkakan penyidik kepolisian.

Untuk membuktikannya, ia mengajak 15 saksi yang mengetahui langsung, proses kepemilikan lahannya di samping Novotel Resort tersebut. Diantaranya, mantan Kepala Desa (kades) Kuta selaku pihak yang menerbitkan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah (sporadik), pihak yang menandatangani proses jual beli lahan. Lalu, mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang menyaksikan proses jual beli dan saksi sejarah lainnya. Termasuk, dokumen fisik tanah.

a�?Kami memenuhi panggilan sidang Tipiring ini, karena kami siap bertanggungjawab. Tapi, faktanya kok mereka yang menjerat saya justru tidak jelas seperti ini,a�? sesalnya.

Di dampingi kuasa hukumnya Yudiansah, ketua tim advokasi masyarakat kawasan Mandalika Resort Lalu Arif Widia Hakim. Mamiq Alex meminta, agar mereka yang menjerat dirinya mempercepat proses persidangan, dengan mendaftar jadwal persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

a�?Minimal kami dikonfirmasilah, apakah jadi atau tidak sidang ini digelar. Ini malah jadwal sidangnya saja tidak ada, apa-apaan ini,a�? sambung kuasa hukum Yudiansah.

Padahal, kata Yudiansah yang meminta sidang digelar hari ini (Jumat, kemarin) adalah, dari pihak penyidik kepolisian dan pelapor. Faktanya, malah berbeda. Potret semacam itu, membuat pihaknya mencurigai bersangkutan tidak memiliki dasar hukum yang kuat, menjerat kliennya.

A�a�?Kami pun siap membela Mamiq Alex. Tentu dengan bukti kuat,a�? lanjut salah satu saksi sejarah Lalu Suprihatin, singkat.

Sementara itu, ketua tim advokasi kawasan Mandalika Resort Lalu Arif Widia Hakim menyesalkan sikap aparat, yang justru mengedepankan hukum dari pada musyawarah.

a�?Kami minta, jangan ada kriminalisasi. Jangan mempermainkan hukum, diatas kepentingan lain. Kami sangat menyayangkan hal ini,a�? ujarnya.(dss/r2)

Berita Lainnya

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

Maulid, Momentum Jaga Persatuan Umat

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post