Lombok Post
Kriminal

Nasihat TGB Palsu Beredar Luas

KABAR HOAX: Inilah foto pernyataan bernada provokatif terkait Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama yang mengatasnamakan Gubernur NTB HM Zainul Majdi. Humas Pemprov NTB membantah pernyataan tersebut tidak bersumber dari gubernur.

MATARAMA�– Jelang aksi bela Islam Jilid III di 2 Desember mendatang, sebuah pernyataan yang mengatasnamakan Gubernur NTB HM Zainul Madji (TGB) menjadi viral di jejaring sosial. Pernyataan ituA� bernada provokatifA� berisi ajakan untuk menolak Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta atas dasar perbedaan keyakinan.

Namun demikian Karo Humas NTB Yusron Hadi langsung mengklaifikasi terkait pesan yang sudah kadung beredar itu. Menurutnya sejak awal Gubernur telah membantah A�telah mengeluarkan statement yang provokatif seperti itu. a�?Kita konfirmasi ke beliau (Gubernur NTB, Red), mengenai substansi. Dan, beliau menyampaikan tidak seperti itu,a�? kata Yusron, kemarin (25/11).

Dia menjelaskan, TGB meminta seluruh masyarakat menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Dia juga mengajak masyarakat untuk tidak mengembangkan isu yang membuat suasana menjadi tidak kondusif.

a�?Karena tidak benar bahwa itu pernyataan dari Gubernur, jadi kami minta untuk tidak lagi dibagikan di media sosial,a�? imbau dia.

Meski merugikan dan telah meresahkan, Yusron mengaku tidak akan melapor ke aparat berwenang. Pihaknya hanya meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar-kabar yang berpotensi mengganggu kondusivitas di NTB.

a�?Tidak sampai sejauh itu kami melapor. Beliau hanya minta masyarakat bijak menggunakan media sosial,a�? tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono meminta masyarakat lebih bijak dan arif mengkonsumsi informasi. Terlebih informasi yang tujuannya memecah belah bangsa.

Terkait penyebaran informasi pernyataan yang mengatasnamakan Gubernur NTB, Polda NTB telah mengeluarkan pengumuman atau pemberitahuan (maklumat). Maklumat ini dikeluarkan masing Polda se-Indonesia. Isinya bertujuan untuk menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas.

Salah satu isi maklumat menyinggung, masyarakat dilarang menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu.

“Masyarakat jangan begitu juga percaya. Kami dari kepolisian terus berusaha keras, agar apa yang menjadi masalah saat ini, bisa terselesaikan dengan baik. Bijak gunakan medsos,” tandasnya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost