Lombok Post
Praya

Pelajari Pembuatan Dodol Rumput Laut dan Kain Songket

MEMAPARKAN: Bupati HM Suhaili FT, saat memaparkan potensi Lombok Tengah dihadapan rombongan Widyawisata TTG XVIII tingkat nasional, kemarin (25/11) di pendopo bupati.

Rombongan widyawisata Teknologi Tetap Guna (TTG) XVIII tingkat nasional singgah di Lombok Tengah (Loteng) kemarin (25/11). Banyak hal yang mereka pelajari di kabupaten ini diantaranya pembuatan dodol rumput laut dan kain songket.

***

USAIA� A�salat Jumat, kemarin ratusan anggota rombongan yang terdiri dari perwakilan pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) seluruh Indonesia, mendatangi pendopo bupati Loteng. Mereka diterima langsung tuan rumah Bupati HM Suhaili FT dan Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, serta pejabat SKPD lingkup Pemkab.

Kedatangan mereka ingin menggali dan mencari tahu potensi yang dimiliki warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Alhasil, dari sekian banyak potensi tersebut dua hal yang menarik perhatian para peserta. YakniA� produk olahan rumput laut dan kerajinan songket.

Untuk rumput laut, mereka langsung mengunjungi Desa Nyerot, Jonggat. Sedangkan, kerajinan songket di Desa Sukarara. Sebagian mereka mengaku kagum bagaimana cara warga Nyerot mengolahrumput laut, sehingga bisa dikonsumsi. Begitu pula, kerajinan songket.

Kasubdit TTG Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Ipan Rangguti selaku ketua rombongan A�meminta, peserta memanfaatkan kunjungannya, ke dua sentra industri di Loteng tersebut. Ia ingin, daerah yang memiliki potensi yang sama, mempelajari dan mempraktekkannya.

“Karena ada beberapa daerah di Indonesia, yang memiliki potensi rumput laut, tapi bingung mau diapakan. Akhirnya, mereka menjual mentah begitu saja,a�? ujarnya.

Selain itu, ada juga beberapa daerah lain, lanjut Ipan memiliki sentra industri songket. Namun, motif yang dibuat pun monoton, itu-itu saja, tidak pernah terpikirkan untuk mengembangkan motif lain.

a�?Ternyata, kita mendapat banyak ilmu di Loteng. Khususnya, menyangkut kerajinan dodol rumput laut dan songket. Tinggal kita tiru saja,a�? ujarnya.

Bila perlu, tambah Ipan pengetahuan yang diperoleh di Desa Nyerot dan Sukarara, Jonggat dikombinasikan dengan teknologi tepat guna, sehingga memiliki kualitas dan nilai tinggi.

a�?Kami merasa tersangjung dan berterima kasih, karena bisa berbagi ilmu pengetahuan,a�? sambung Bupati HM Suhaili FT.

Orang nomor satu di Loteng itu pun berharap, agar rombongan widyawisata TTG kedepannya, tetap menjadwalkan kunjungannya ke Loteng. Karena, masih banyak sentra industri yang dimiliki masyarakatnya yang bisa dipelajari.

A�a�?Saat ini, kami fokus membangun pariwisata,a�? ujarnya.(Dedi Shopan Shopian a�� Prayar2)

Berita Lainnya

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost