Lombok Post
Giri Menang

BTN Reyan Rentan DBD

ilustrasi DBD

GIRI MENANGA�– Demam Berdarah Dangue (DBD) menjadi ancaman nyata masyarakat yang tinggal di kawasan BTN Reyan, Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung. Betapa tidak, semakin hari semakin banyak saja warga di daerah tersebut terjangkit DBD. Tercatat, selamaA� beberapa bulan terakhir, telah terjadi sembilan sampai 12 kasus DBD di wilayah BTN Reyan.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat (Lobar) H Rachaman Sahnan Putra mengakui, jika BTN Reyan masuk dalam atensi pihaknya. a�?Belum (KLB). Tapi memang khusus daerah itu kita berikan perhatian lebih,a�? ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (26/11) lalu.

Sahnan menjelaskan, tingginya kasus DBD di BTN Reyan disebabkan karena masyarakat kurang maksimal menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).A� Hal ini dibuktikan, dari angka bebas jentik nyamuk di kawasan tersebut hanya berkisar di bawah 30 persen.

Itu artinya, 70 persen setiap rumah warga di sana rentan menjadi kawasan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Dikes Lobar bahkan menetapkan kawasan BTN Reyan, sebagai zona merah wabah DBD.

Tingginya kasus DBD di kawasan itu membuat Dikes Lobar memberikan perhatian lebih. Sejauh ini, untuk mengatasi hal itu, pihak Dikes Lobar sudah turun melakukan foging.

Namun Rachman menegaskan,A� proses fogging sebenarnya tidak efektif.A� a�?Ingat, foging bukan menyelesaikan masalah. Jika lingkungan tidak bersih, DBD masih mengancam,a�? tandas pria berkacamata ini.

Data RSUD Tripat Gerung, jumlah penderita DBD di Bulan Oktober mencapai 22 orang. Rinciannya, Kecamatan Gerung 10 orang, Lembar empat orang, Sekotong empat orang, Kediri dua orang, Gunungsari satu orang, dan Praya satu orang.

Sementara hingga minggu ketiga November, total sebanyak 18 pasien. Yakni Gerung, 12 orang, Lembar empat orang, Lingsar satu orang, dan Praya satu orang.

a�?Kami rawat maksimal, agar sembuh dan pulang dalam keadaan sehat,a�? imbuh Direktur RSUD Tripat Lobar Hj Ni Made Ambaryati.

Apabila dibandingkan dalam rentang waktu yang sama pada tiga tahun terakhir angA�ka penderita DBD tersebut meningkat. (zen/r3)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost