Lombok Post
Headline Sportivo

Hanya Dua Cabor Lolos ke Popnas

Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Dikpora NTB H Surya Bahari

MATARAM – Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) sudah selesai, Sabtu (26/11). Hasil yang dicapai tujuh cabor yang dikirim ke Jawa Timur itu kurang memuaskan.

Dari tujuh cabor itu, hanya ada dua yang berhasil menyumbangkan medali. Yakni, pencak silat dan voli. Dua cabor itu dinyatakan lolos ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jawa Tengah 2017.

a�?Cabor voli putra dan putri semuanya lolos ke Popnas setelah berhasil mendapatkan medali perak. Tim voli kalah dari pasukan tuan rumah (Jatim),a�? kata Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Dikpora NTB H Surya Bahari kepada Lombok Post, kemarin (27/11).

Sementara, pada cabor pencak silat, NTB mampu memberikan prestasi luar biasa. Dengan meraih empat medali emas, empat perak, dan enam perunggu.

Prestasi pesilat NTB meningkat 100 persen dari Popwil sebelumnya. a�?Dahulu hanya mampu meraih dua emas dan dua perak,a�? jelasnya.

Empat emas itu diraih dua pesilat putra dan putri. Yakni, Kurnia Sandi kelas B, M Mizam Rahmatullah kelas I. Sementara pada kategori putri diraih Wan Hardia Ihsan kelas E, dan Yuliana Kelas A.

Sedangkan medali perak diraih Aprilya Aulia Zahra kelas seni tunggal perorangan.A� Ditambah dengan Ni Ketut Swartini di kelas G, Zaenul Muttaqin kelas H, dan Yuriawan kelas A putra.

Selanjutnya medali perunggu disumbangkan Alya Cicilya Hindi, Rizki Amalya, Fatmawati, Rahmad Ardiansyah, Arif Munandar, dan Ahmad Syaiful Imam.

Tapi, dari 14 atlet yang mendulang medali, hanya delapan orang yang lolos ke Popwil. a�?Yang mendapatkan medali emas dan perak yang lolos,a�? jelasnya.

Sementara lima cabor lainnya basket, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, sepak bola gagal total pada event kali ini. Itu menjadi catatan penting bagi Dinas Dikpora untuk meningkatkan cabor yang belum berprestasi pada Popwil. A�a�?Kita akan melakukan evaluasi terhadap cabor yang tidak lolos,a�? ungkapnya.

Jika dilihat dari statistik pertandingan, beberapa atlet terkendala mental dan pengalaman. Sementara, daerah seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan memiliki Sekolah Khusus Olahraga A�(SKO). Jadi, mereka memiliki persiapan yang cukup panjang. (arl/r10)A�

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost