Lombok Post
Metropolis

Tolong, Dikes Butuh 20 Unit Fogger!

kebakaran
DOK : Kondisi mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Kota Mataram yang terbakar beberapa waktu lalu, setelah melakukan fogging di kawasan Tanjung Karang.

MATARAM – Peristiwa terbakarnya mobil ambulans, awal November lalu mengakibatkan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menderita kerugian mencapai Rp 200 juta. Tidak hanya itu, kebakaran yang melalap dan menghanguskan mobil ambulans dan empat fogger (alat fogging) itu, tentu saja berdampak pada kinerja, Dikes melawan Demam Berdarah Dangue (DBD).

a�?Dalam laporan kami ke polres, ruginya sekitar Rp 200 juta,a�? kata Kepala Dikes Kota Mataram H Usman Hadi.

Karena itu di tahun anggaran 2017 nanti, Usman berniat mengajukan lagi anggaran pembelian mobil dan 20 unit fogger. a�?Kita kesulitan lakukan fogging secara merata, karena alat kita terbatas,a�? terangnya.

Karena itu, upaya yang dilakukan dengan menjadwalkan setiap kawasan dilakukan fogging. Usman mengakui, fogging ini memang tidak berhasil menuntaskan perkembang biakan nyamuk Aedes Aigepypti, karena itu setiap bulan selalu saja ada yang suspect DBD.

a�?Ada banjir, genangan air itu jadi tempat perkembang biakan nyamuk. Memang kasus DBD relatif stabil bahkan terlihat agak menurun pada bulan ini,a�? terangnya.

Dikes bersama semua puskesmas di Kota Mataram, saat ini tengah melakukan pencegahan perkembangbiakan larva nyamuk. Dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pembubuhan bubuk abate.

a�?Semoga tidak terjadi lagi (kasus korban jiwa karena DBD),a�? harapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman berharap Dikes lebih kreatif lagi mencari solusi pemberantasan DBD. Ia khawatir, warga kota tetap diteror rasa was-was karena bahaya DBD. Apalagi, dengan tibanya musim hujan seperti saat ini.

a�?Kemanan hidup warga kota harus terjamin,a�? kata Herman.

Namun, Herman juga menyoroti perilaku hidup sehat sebagian warga yang masih kurang bagus. Membuang sampah di sembarang tempat dan terkesan memberikan ruang bagi nyamuk berkembang biak. Padahal, jika masyarakat aktif bergerak, persoalan nyamuk ini jauh lebih ringan diatasi.

a�?Ayo dengan kesadaran bersama, kita bersihkan lingkungan. Jangan kalau sudah ada korban, baru ribut,a�? sindirnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post