Lombok Post
Headline Tanjung

Delapan Bangunan Dibongkar

ROBOHKAN: Personel gabungan yang dikerahkan Pemprov NTB sedang membongkar bangunan tidak permanen yang berdiri di atas lahan milik pemprov di Gili Air, kemarin (28/11).

TANJUNG – Pemprov NTB kembali melakukan penertiban di lahannya yang berada di Gili Air, kemarin (28/11). Penertiban dilakukan karena lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk akses jalan bagi wisatawan menuju pantai.

Penertiban dilakukan Pemprov NTB dengan menurunkan Satpol PP NTB, Polda NTB, Polres Lombok Utara, Satpol Lombok Utara, dan TNI. a�?Di sana (lahan Pemprov NTB) akan dibangun jalan,a�? ujar Kasat Pol PP NTB Lalu Dirjaharta, kemarin (28/11).

Untuk diketahui, pada Mei lalu Pemprov sudah melakukan penertiban di lokasi tersebut. Namun rupanya bangunan tidak permanen kembali berdiri sehingga pemprov kembali turun untuk menertibkannya. “Kita fokus penertiban di lahan milik Pemprov karena sekarang dibangun lagi meskipun tidak permanen bangunannya,a�? katanya. “Ada delapan bangunan yang dibongkar,a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, Dirjaharta menjelaskan, untuk membongkar delapan bangunan tersebut, pihaknya juga melibatkan 150 tenaga tukang. “Penertiban kita selesaikan langsung hari ini (kemarin), barang-barang milik pedagang ditempatkan di satu titik sehingga tidak menggangu kenyamanan wisatawan,a�? tegasnya.

Rencananya, setelah meratakan seluruh bangunan lahan tersebut bakal dibuat jalan disepanjang pinggir pantai. Tentu ini sebagai upaya pemerintah untuk menunjang destinasi wisata di NTB.

Penertiban ini berjalan lancar, meskipun beberapa pemilik bangunan sempat histeris dan menolak pembongkaran. Tetapi itu tidak menyurutkan petugas melakukan penertiban. Sehingga pemilik bangunan hanya bisa pasrah. “Sekarang saya mau cari makan di mana kalau begini,a�? keluh salah seorang pemilik bangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah H. M Taufik mengatakan, sebelumnya memang ada pertemuan dari pihak pemprov dengan desa serta masyarakat yang menetap di lahan tersebut. Ia mengklaim bahwa semua pihak telah setuju. “Dalam pertemuan sudah disepakati. Kami setuju jika lahan itu akan dibangun jalan masuk ke pantai bagi wisatawan,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost