Metropolis

Jatah Pemprov Belum Jelas

rosiady

MATARAM – Hasil penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) tidak masuk ke Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni NTB 2017. Sebab, belum ada kejelasan jumlah dana yang akan diterima Pemprov dari pejualan 24 persen saham PT Multi Daerah Bersaing (MDB) pada PT NNT.

Di dalam 24 persen saham itu, enam persen merupakan milik Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Setelah PT NNT beralih kepemilikan, dan berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), belum ada kejelasan berapa jatah masing-masing pemda pemilik saham. a�?Belum (masuk), belum,a�? kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Rosiady Sayuti pada wartawan Sabtu (26/11).

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) ini menjelaskan, pembayaran atas penjualan saham tersebut baru akan dimasukkan ke APBD jika perusahaan sudah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Berdasarkan rapat umum itu nanti, baru bisa diketahui berapa dana yang akan dijadikan modal untuk melanjutkan usaha, dan berapa yang akan disumbangkan ke APBD.

a�?Kita tunggu RUP-nya,a�? kata Rosiady.

Dari enam persen saham PT NNT itu, pembagiannya sudah jelas,A� 40 persen milik Pemprov NTB, 40 persen KSB dan 20 persen Kabupaten Sumbawa. Tapi terkait berapa jumlah pasti uangnya harus menunggu RUPS perusahaan. Dengan demikian, Rosiady memprediksi hasil penjualan saham akan masuk di APBD Perubahan 2017.

Menurutnya, hasil RUPS bisa saja memasukkan sebagian ke APBD. Tapi bisa juga mereka meminta kepada pemerintah selaku pemegang saham untuk mengelola seluruh uangnya menjadi modal usaha.

Sementara, piutang dividen PT MDB sebesar Rp 80 miliar sudah dimasukkan ke dalam APBD murni 2017 sebagai salah satu sumber pendapatan.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin menjelaskan, penjualan saham PT. NNT pada PT MDB sebesar 24 persen sudah dilakukan pada tanggal 2 November 2016. Tapi sampai saat ini pembayarannya belum dilaksanakan. Ia menyebutkan, harga penjualan 24 persen saham tersebut adalah USD 400 juta, sesuai kesepakatanA� tanggal perjanjian jual beli bulan Juli 2016.

Hasil penjualan investasi PT DMB pada PT MDB merupakan modal yang akan diinvestasikan kembali untuk peningkatan pendapatan asli daerah. Selain itu, dijadikan modal kerja PT DMB sebagai penyedia barang dan material pendukung kegiatan pertambangan non-inti PT AMNT, sesuai perjanjian antaraA� PT MDB dengan PT AMNT. (ili/r7)

Related posts

SKPD Akhirnya Mulai Siuman

Iklan Lombok Post

TGB Ajak Umat Beragama Saling Menghormati

Redaksi Lombok post

Didi Sumardi: Tidak Ada APBD Ganda

Iklan Lombok Post