Lombok Post
Headline Selong

Ali BD Dukung Penghapusan UN

ali-bd
Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali Bin Dachlan

Selong – Tahun 2017A� Kementerian Pendidikan Nasional berencana menghapus Ujian Nasional (UN). Rencana ini mendapatA� responA� beragam dari kalangan dunia pendidikan di tanah air. Terkait hal ini, Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali Bin Dachlan mendukung penghapusan UN.

a�?Itu bagus kalau menurut saya. Soalnya saya dulu pernah jadi kepala sekolah tidak pakai UN ini,a�? kata dia usai mengahdiri acara silaturahmi dengan guru honorer yang ada di Lotim kemarin (29/11).

Ali BD, sapaan akrabnya mengaku UN tidak perlu dilaksanakan. Cukup dengan ujian sekolah saja dirasa cukup untuk mengevaluasi hasil proses belajar mengajar siswa.

a�?Saat saya menjadi kepala sekolah dulu sekitar tahun 1975-1976 di SMP Ma’arif di Mataram. Kita ujian sendiri terus kita pakai ijazah sendiri. Itu yang benar ya,a�? kata dia.

A�a�?Jadi saya sendiri setuju dengan penghapusan itu. Karena sudah saya alami itu,a�? sambungnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Dikpora Lotim M Zaini juga mengaku setuju dengan rencana penghapusan UN. Karena ia merasa hal ini tidak akan mempengaruhi kualitas pendidikan.

a�?Inilah saatnya dikembalikan bahwa ujian itu adalah gawenyaA� masing-masing satuan pendidikan di sekolah. Dari sanalah objektivitas penilaian,a�? kata dia.

Dengan dihapusnya UN, Zaini mengungkapkam tidak ada lagi permasalahan bocoran-bocoran A�dari soal UN. Tidak ada lagi anak putus sekolah. Sehingga murni ujian adalah tanggung jawab panitia ujian dalam hal ini pihak sekolah.

a�? Sehingga yang menentukan Nasib anak itu lulus atau naik kelas adalah sekolah.Benang merah yang harus kita tarik adalah bagaimana sekolah membantu siswa,a�? teang dia.

Namun demikian,Zaini menjelaskan sekolah harus menjamin kualitas pendidikan sesuai dengan kurikulum. Soal ujian sekolah juga nanti harus dibuat berdasarkan kurikulum yang ada. a�?A� Lombok Timur sudah siap untuk itu (penghapusan UN, Red,a�? akunya.

Kepala SDN 2 Terara, Lalu Kasman juga senang dengan adanya rencana penghapusan UN ini. Menurutnya ketika UN dihapuskan, pihak sekolah tidak perlu lagi repot mengurus segala sesuatu yang berkaitan dari pusat. Mereka lebih leluasa untuk mengatur bentuk ujian yang sesuai dengan skolahnya masing-masing.

a�?Ya tentu kami mendukung. Karena selama ini kan cukup repot juga kita dengan adanya UN ini,a�? bebernya.

Rencana penghapusan UN ini dikabarkan bukan isapan jempol belaka. Konon hal ini sudah disetujui Presiden Jokowi. Meskipun nanti akan dibahas kembali dalam rapat kabinet.

Jika Moratorium UN benar-benar terealsasi tahun 2017, rencanya Pemerintah Provinsi akan diberikan kewenangan untuk mengatur ujian di tingkat SMA/Sederajat. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP akan diberikan kewenangan pada pihak Kabupaten/Kota. (ton/r2)A�

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost