Lombok Post
Selong

Dapat SK Bupati, Guru Belum Digaji

silaturahmi
SERAP ASPIRASI: Bupati Lotim Ali BD saat berbicara pada acara silaturahmi dengan para guru honorer yang ada di wilayah Lotim, kemarin (29/11).

SELONGA�– Bupati Lombok Timur (Lotim) Ali BD menggelar silaturahmi dengan ribuan guru honorer dan operator sekolah di Labuhan Haji, Lotim kemarin (29/11). Dalam kesempatan tersebut, sejumlah guru menyampaikan keluh kesahnya. Antara lain terkait SK Bupati yang diberikan kepada guru honorer tak bisa difungsikan. Maksudnya meski memiliki SK Bupati, banyak guru honor yang mengaku tidak dibayar selama berbulan-bulan.

a�?Saya sudah dapat SK Bupati dan sudah disertifikasi. Sayangnya, hingga saat ini saya tidak dapat gaji baik dari SK bupati itu maupun dari sertifikasi guru,a�? aku Dewi Kartini, salah seorang guru dari wilayah Sikur.

Dijelaskannya, awalnya ia mendapatkan honor sesuai ketentuan saat menerima SK Bupati. Namun, setelah disertifikasi ia pun tidak lagi mendapatkan honor daerah karena sudah mendapatkan sertifikasi. Sayangnya, honor tidak didapat, gaji dari sertifikasi pun tak diterima. Sehingga, Dewi mengaku tak menerima apa-apa.

a�?Hanya dari pihak sekolah yang ngasih Rp 150 ribu per bulan,a�? bebernya.

Dewi sebenarnya telah lama ingin menyampaikan hal ini kepada Dinas Dikpora maupun Bupati. Hanya saja selama ini ia mengaku tak punya kesempatan. a�?Saya juga sudah ajak teman-teman demo tapi tidak ada yang mau,a�? bebernya.

Bukan hanya Dewi, salah seorang guru SMP di wilayah Suela juga mengaku kepada Bupati hampir setahun lebih tak digaji. Sehingga ia meminta Bupati untuk memperhatikan nasib guru honorer yang ada di Lotim. Karena kondisi mereka saat ini dikatakan jauh dari kata sejahtera.

Selain permasalahan tak dibayar, para guruA� honorer ini juga mengungkapkan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi. Diantaranya tidak adanya perhatian bagi guru yang telah lama mengabdi.

A�a�?Saya sudah lima tahun lebih mengabdi di SDN 1 Satu atap (Satap) Aikmel. Tapi saat ini belum menerima SK Bupati. Tapi ada yang baru satu tahun mengajar sudah mendapatkan SK,a�? kata Marhum, salah seorang guru di Aikmel.

Sejumlah permasalahan ini menjadi perhatian Bupati. Ia meminta kepada pejabat Dinas Dikpora untuk menyerap dan menindak lanjuti keluhan para guru honorer ini. Mengingat peran guru honorer sangat dibutuhkan dalam membangun pendidikan di Lotim. a�?a��Tahun depan kita akan memberikan SK kepada sejumlah guru honorer. Karena kalau sudah disertifikasi, mereka sudah tida boleh terima gaji dari SK Bupati. Itu tidak boleh dobel,a�? kata Ali BD. (ton/r2)A�

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost