Lombok Post
Praya

Pengelolaan Sampah Terbentur Anggaran

PASANG IMBAUAN: Inilah papan imbauan larangan membuang sampah sembarangan di Praya Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM Lombok Tengah (Loteng) merasakan, laju pertumbuhan sampah yang terjadi akhir-akhir ini memang cukup tinggi. Hanya saja, sulit diatasi karena minimnya anggaran dan sumberdaya manusia.

a�?Itu pun hanya membackup wilayah perkotaan Praya saja,a�? kata Kepala Dinas PU dan ESDM HL Rasyidi, kemarin (29/11) usai mengikuti upacara HUT Korpri di alun-alun Tastura.

Sedangkan untuk wilayah lain, kata Rasyidi pemerintah belum mampu mengatasinya. Hal itu terjadi, karena minimnya sumberdaya, khususnya anggaran. Saat ini saja, jumlah kendaraan kontener sampah yang ada di bidang kebersihan Dinas PU dan ESDM baru 30 unit, sementara mobil bak terbuka hanya 11 unit. Kemudian, petugas kebersihan sebanyak 154 orang.PadahalA� produksi sampah di Praya sendiri, mencapai 300 kubik per hari.

Sehingga, menurut Rasyidi wajar saja ada penilaian dari Kementerian PU, yang menyatakan laju pertumbuhan sampah di Loteng berada pada urusan 17, dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. a�?Mau bagaimana lagi. Beginilah kondisi kita,a�? keluh pria asal Desa Mangkung, Praya Barat tersebut.

Idealnya, lanjut Rasyidi setiap desa/kelurahan dan kecamatan di seluruh Gumi Tatas Tuhu Trasna ini, harus memiliki masing-masing satu unit mobil sampah. Ditambah, tempat pembuangan sampah (TPS) dan TPA, atau disesuaikan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah. a�?Di TPA Pengengat itu, batas kemampuan menampung sampahnya hanya 10 tahun,a�? katanya.

Di tahun 2017 mendatang, tambah Rasyidi anggaran untuk penanganan sampah disiapkan sebesar Rp 5,7 miliar lebih. Idealnya, Rp 50 miliar lebih. Dana itu, digunakan untuk menambah jumlah kendaraan, pasukan kuning, pembangunan TPS dan TPA. a�?Di Bogor saja, dianggarkan Rp 80 miliar,a�? bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Loteng M Humaidi mengaku siap membackup penambahan anggaran untuk mengatasi masalah sampah. Namun, kebijakan itu akan diterapkan, begitu bidang kebersihan tidak lagi di bawah Dinas PU dan ESDM. Melainkan, Dinas Lingkungan Hidup. a�?Karena di Dinas PU dan ESDM, urusan kebersihan hanya setingkat UPT saja,a�? sindirnya, terpisah.

Sedangkan, di Dinas Lingkungan Hidup nantinya, kata Humaidi akan menjadi salah satu bidang. Sehingga, peningkatan kapasitas jabatan dan struktur organisasi itu, tentu akan menyesuaikan dengan jumlah anggaran dan sumberdayanya.

a�?Prinsipnya, masalah sampah ini tidak bisa dianggap sepele, harus ditangani serius. Jangan sampai menjadi musibah dikemudian hari,a�? kata politisi PKS tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost