Lombok Post
Giri Menang

Polres Lobar Tilang 1.800 Pelanggar

razia
IKUT TURUN: Kasatlantas Polres Lobar Iptu Gusriyadi Abustan mengecek kelengkapan Truk Dam yang hendak menyeberang dari NTB menuju NTT. Truk tersebut ditilang saat Operasi Zebra di depan Mapolres Lobar, kemarin (29/11).

GIRI MENANGA�– Rangkaian Operasi Zebra 2016 Polres Lombok Barat berakhir, kemarin (29/11). Hingga hari terakhir operasi, tercatat 1800 pelanggar berhasil terjaring.

Dari operasi yang berlangsung sejak 15 November tersebut, petugas menahan 30 kendaraan roda dua dan tujuh unit kendaraan roda empat. Kendaraan yang ditahan karena tidak bisa menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Sementara rata-rata jenis pelanggaran selama Operasi Zebra tahun ini, kebanyakan tidak membawa SIM, tidak membawa STNK, dan tidak mengenakan helm.

Pada operasi hari terakhir yang digelar di depan Mapolres Lobar kemarin, petugas menilang 200 pengguna jalan. Yang didominasi oleh pengendara sepeda motor. Rata-rata pelanggar lalu lintas dengan kategori sedang. Karena tidak melengkapi surat kendaraan, seperti SIM dan STNK.

Selain itu, petugas juga terpaksa mengamankan salah satu mobil dam truk yang membawa delapan unit sepeda motor. Mobil bernopol DK 9420 AC itu ditilang, karena sang sopir tidak memiliki SIM.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, alhasil dari delapan unit sepeda motor yang dibawa, enam diantarannya tidak lengkap dokumen pengirimannya. Petugas pun akhirnya terpaksa melakukan penahanan. Kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Satreskrim untuk ditindaklanjuti.

“Kami melakukan penahanan, karena ini penyeberangan antar pulau. Dari NTB menuju Bali mau ke Kupang NTT. Ini penyeberangan tiga provinsi,a�? terang Kasatlantas Lobar Iptu Gusriyadi Abustan ditemui di TKP.

Selama gelaran Operasi Zebra 2016 Satlantas Polres Lobar tidak hanya mengeluarkan surat tilang. Gusriyadi mengatakan pihaknya telah memberikan teguran kepada 1500 pelanggar. Teguran itu diberikan bagi pelanggar dengan kategori ringan.

a�?Target operasi zebra ini 50 persen penindakan dan 50 persen teguran,a�? jelasnya.

Sementara kendaraan yang disita, Gusriyadi menjelaskan apabila tidak dilengkapi STNK. Baru bisa diambil kembali oleh pemilik setelah menunjukkan STNK asli bukan fotocopy.

Perlu diketahui, sebanyak 1800 pelangar itu termasuk di wilayah KLU (Kabupaten Lombok Utara). A�”Wilayah KLU operasionalnya masih termasuk wilayah Hukum Polres Lobar,a�? tandas Gusriyadi. (zen/r5)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost