Lombok Post
Tanjung

Tiga Orang Sudah Teridentifikasi

MEMPRIHATINKAN: Seperti inilah kondisi hutan Sekeper di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, belum lama ini. Beberapa pohon ditebang oleh para pembalak liar untuk berkebun.

TANJUNG – KPH Rinjani Barat telah mengindentifikasi terduga pelaku perambahan hutan di kawasan air terjun Sekeper, Desa Santong. Mereka diduga merambah hutan untuk digunakan menjadi perkebunan. “Ada tiga pelaku,” ujar Kepala KPH Rinjani Barat Madani Mukarom pada Lombok Post di Pemenang, kemarin (29/11).

Dijelaskan, dari tiga terduga pelaku tersebut, dua orang tertangkap saat berada di lokasi. Namun ketiganya saat ini belum bisa diamankan karena situasi yang tidak memungkinkan. Termasuk dua orang yang ditangkap tangan.

Saat penangkapan tersebut, pihak KPH tidak bisa langsung membawa dua orang karena kondisi tidak kondusif. “Kita menunggu situasi kondusif dulu, sekarang juga kita sedang berkoordinasi dengan kadus agar bisa menyerahkan tiga orang ini,a�? ungkapnya.

Menurut Dani, lahan yang dibuka untuk perkebunan tersebut seluas sekitar dua hektare. Dari lahan tersebut ada 20 pohon yang sudah ditebang dengan diameter 10 hingga 15 sentimeter. “Barang bukti sekarang juga masih ada di dalam kawasan hutan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Dani mengungkapkan meskipun kasus ini bukan illegal logging, tetapi sanksi yang akan diberikan tetap sama. a�?Proses hukumnya sama saja. Kita lihat kondisi kedepannya,a�? katanya.

Dari hasil penelusuran Lombok Post bersama komunitas pecinta alam setempat, banyak pohon-pohon besar yang menjadi penyangga erosi telah tumbang. Pohon-pohon yang tumbang itu, tepat berada di tebing-tebing. Untuk mencapai titik hutan yang digunduli itu, tim menempuh perjalanan selama empat jam dari air terjun Tiu Teja.

Di dalam hutan terdapat beberapa pondok. Informasinya, warga yang menempati pondok tersebut yang mengelola alam sekitar. Setelah menelusuri lebih jauh lagi, satu kilometer dari pondok tersebut pohon-pohon besar banyak yang tumbang. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost