Lombok Post
Headline Pendidikan

Moratorium UN Layak Dilakukan

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB H Syamsuddin Anwar

MATARAM a�� Ujian nasional (UN) sudah semestinya dihentikan. Kesenjangan sekolah di kota dan daerah terpencil masih terlihat. Dewan Pendidikan Provinsi NTB memberi pandangan mengenai moratorium UN.

a�?Yang kasihan ini sebenarnya daerah yang pendidikannya terbelakang,a�? kata Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB H Syamsuddin Anwar, tadi malam (2/12).

Dijelaskan, dimasa moratorium itu sebaiknya sumber daya manusia (SDM) pendidikan mulai ditata. Mulai dari penyiapan tenaga pendidik hingga sarana prasarana. Mengupayakan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan tercipta.

a�?Baru kemudian menyiapkan kebijakan yang pas. Termasuk penanganan di daerah,a�? tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan H Kutjip Anwar A�mengatakan, seharusnya sejak dahulu kebijakan moratorium UN dilakukan pusat. UN belum menilai sikap, sikomotor tidak ada di UN. Padahal bisa saja anak kurang pintar nilainya bagus. Sebaliknya anak yang biasa saja, nilainya justru tinggi.

A�a�?Penilaian seperti ini bisa dilakukan dengan tebak-menebak. Tinggal pilih A atau B dan sebagainya,a�? bebernya.

Lebih lanjut, selain itu kondisinya saat ini integritas UN masih dipertanyakan. Banyak paket soal berbeda, siswa semuanya lulus. Mestinya jika integritas tinggi ada siswa yang tidak lulus.

a�?Namun image berkembang jika ada siswa tidak lulus maka sekolah dicap jelek. Sehingga sekolah berlomba-lomba meluluskan siswanya, ini harus diubah,a�? imbuh mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini.

Kutjip A�menduga pada setiap pelaksanaan UN antara sekolah A dengan B kerja sama pengawasan. Guru yang mengawas di sekolah A memberikan kebebasan kepada siswa sekolah B, sebaliknya guru dari skeolah B membebaskan pengawasan di sekolah A. Selain itu, UN belum sarana sekolah. Sekolah yang lebih lengkap fasilitas pasti lebih baik nilainya dalam melaksanakan unas ketimbang yang buruk.

a�?Nilai anak yang ada di gunung jauh beda dengan anak yang ada di kota,a�? tukasnya.(feb/jay/r9)

 

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost