Lombok Post
Headline Selong

Tujuh Warga Lotim Jadi Tersangka

kasatreskrim
Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Antonius F Gea

Selong – Kasus dugaan pembakaran Kawasan Hutan tanam Industri (HTI) dan perusakan bibit miliA� milik PT Sadana Arif Nusa di Sendang Galih, Sambelia, Lotim berbuntut panjang. Dari sekitar 31 warga lebih yang ditangkap polisi, tujuh diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

a�?Saat ini yang kami fokus jadikan tersangka itu ada tujuh orang. Itu setelah ada pendalaman hubungan keterangan saksi dengan barang bukti yang ada,a�? terang Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Antonius F Gea saat ditemui di ruangannya.

Aksi pembakaran hutan yang dilakukan warga ini dijerat dengan Undang-undang Kehutanan. Dari hasil penelusuran pihak Polres Lotim, para pelaku memang melakukan aksi ini atas kehendak mereka sendiri. a�?Keterangan sementara yang kami dapatkan mereka tidak ada yang menyuruh,a�? lanjut Kasatreskrim.

Pada saat musim tanam, warga dikatakan bersikeras menanam di bekas garapan mereka yang kini menjadi area HTI.

a�?Selain ketujuh orang ini, warga akan kita periksa lagi. Dan kemungkinan akan pulangkan hari ini (kemarin, Red) dengan status wajib lapor.,a�? terangnya.

Selain warga Sambelia, Polres Lotim mendapat bahwa dua diantara tujuh tersangka ini merupakan warga Kecamatan Suela. Atas aksi para pelaku, mereka terancaman penahanan dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, Bupati Lotim, Ali BD meminta warga sebaiknya tidak ditahan oleh aparat kepolisisan. Ali BD meminta persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

a�?Ini akibat adanya kesalahpahaman. Tidak baik kalau orang yang sudah miskin dan menderita ditambah lagi menderita,a�? jelasnya.

Terkait hal ini, Kasatreskrim mengaku akan mencoba memediasi, warga dengan pihak perusahaan. Karena dikatakannya kasus ini merupakan tindak pidana murni bukan delik aduan.

a�?Ini pidana murni namun masih bisa dimediasi dilihat dari kerugian apa yang ditimbullkan. Nanti kami coba komunikasikan dengan PT dan Pemda. Karena ini menyangkut masyarakat banyak juga,a�? ujar Antonius. Sampai sejauh ini Antonius mengaku tidak ada korban akibat kejadian ini. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Generasi Muda Jangan Main Gadget Terus!

Redaksi LombokPost

Pemkab Jangan Mau PAD Aja!

Redaksi LombokPost

Korban Minta Pelaku Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Oknum Perawat Diduga Perkosa Rekan Kerjanya

Redaksi LombokPost