Lombok Post
Metropolis

3.784 Jiwa Kaum Disabilitas Butuh Bantuan

difabel-sir
KAKI PALSU: Fauzal, seorang penyandang difabel di Lombok Timur membuat kaki palsu dari serabut kepala.

MATARAM – Kondisi para penyandang disabilitas di NTB masih memprihatinkan. Banyak diantara mereka belum mendapat kesempatan laiknya orang normal.

Data Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB menunjukkan tahun 2016 ada 3.784 orang penyandang disabilitas. Hari disabilitas internasional 3 Desember lalu, menjadi momentum untuk memperingatkan semua pihak agar peduli pada mereka.

Sebanyak 1.262 jiwa diantaranya merupakan penyandang cacat berat. Dari jumlah itu, baru 974 orang yang mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan. Sementara sisanya 288 orang belum mendapatkan bantuan.

Kepala Disosdukcapil NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, bagi penderita cacat berat yang belum menerima bantuan, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Kementerian Sosial. Selain itu, juga diupayakan agar mendapat pekerjaan laik untuk memperbaiki kondisi ekonominya. “Banyak yang tidak memiliki pekerjaan, bahkan tidak bisa bekerja,a�? ujarnya.

Sementara bagi orang dengan kecacatan (ODK) sebanyak 750 orang dan anak dengan kecacatan (ADK) sebanyak 220 orang mendapat bantuan Rp 800 ribu per tahun. Khalik menjelaskan, kecacatan yang dimaksud di sini adalah orang yang mengalami disfungsi organ tubuh yang menyebabkan kelainan pada sesorang. Misalnya, tidak ada tangan, kelumpuhan pada bagian tertentu.

Sementara, terkait kaki palsu buatan Fauzal, seorang penyandang difabel dari Lombok Timur, Disosdukcapil NTB akan membeli produk buatannya. “Tahun 2017 sudah kita anggarkan pembuatan kaki dan tangan palsu, akan kita coba pakai produknya,a�? kata Khalik.

Terpisah, Fauzal penyandang difabel yang membuat kaki palsu dari serabut kelapa ini mengaku ingin terus memproduksi kaki palsu gratis bagi kaum disabilitas lainnya. Bantuan dari pemerintah akan sangat membantu cita-citanya tersebut. Berkat kreativitasnya itu, Fauzal juga mendapatkan penghargaan sebagai juara tiga lomba inovasi teknologi tepat guna, dalam Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XVIII di Mataram beberapa waktu lalu. (ili/r7)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost