Lombok Post
Headline Praya

GTT Digaji Rp 100 Ribu

PARA GURU: Inilah para guru PNS dan GTT di Lombok Tengah yang berbaur menjadi satu pada HUT PGRI, beberapa hari lalu.

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) akhirnya memberi sedikit perhatian kepada para Guru Tidak Tetap (GTT). BentuknyaA� Dewan dan Pemkab menyetujui anggaran sebesar Rp 2 miliar, untuk insentif per bulannya. Menurut rencana, mereka akan mendapatkan gaji sebesar Rp 100 ribu per bulan per guru.

a�?Kendati nilainya kecil, tapi paling tidak inilah bentuk perhatian pemerintah,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli pada Lombok Post, kemarin(4/12).

Namun, kata Supli dana sebesar itu hanya diperuntukkan enam bulan kedepan, di tahun 2017 mendatang. Kebijakan penganggarannya akan dilaksanakan per Januari, hingga Juni. Selanjutnya, Komisi IV akan meninjau kembali kebijakan anggaran di APBD perubahan. Dengan harapan, nilainya bisa diperbesar lagi, sehingga para GTT menerima pendapatan yang layak.

Selama ini, diakui politisi PKS tersebut, mereka hanya menerima insentif dari dana BOS dan pendapatan sekolah yang sah. Itu pun, tidak setiap bulan. Ditengah kekurangan itu, kinerja mereka patut diancungi jempol, karena mampu berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh lembaga pendidikan di Loteng.

Berbanding terbalik, menurut Supli dengan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka memiliki pendapatan besar per bulannya, ada gaji dan tunjangan profesi. Hanya saja, kinerja belum optimal.

a�?Sehingga, apa yang kami sediakan untuk GTT ini, merupakan wujud penghargaan kami. Lagi-lagi, kendati nilainya kecil, tapi inilah bentuk perhatian pemerintah,a�? kata Supli.

Urusan teknis peruntukan anggaran itu semua, tambah Supli akan diserahkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) setempat, melalui 12 UPT di seluruh kecamatan. Syarat utamanya yaitu, memegang surat keputusan (SK) mengajar dari lembaga pendidikan masing-masing. Termasuk, SK bupati.

a�?Tolong ini diperhatikan dan dilaksanakan, kami tidak ingin kebijakan anggaran ini justru menimbulkan masalah baru. Ingat baik-baik,a�? tegas Supli.

Sementara itu, Sekretaris Dikpora Lalu Dipta membenarkan bahwa, selama ini GTT memang mendapatkan insentif dari dana BOS dan anggaran komite sekolah. Mereka tidak mendapatkan gaji atau tunjangan profesi. a�?Kecuali, guru PNS. Itu pun harus memenuhi syarat,a�? kata Ketua PGRI Loteng tersebut, singkat.

Senada dikatakan Kasi Dikdas PMPTK Dikpora Mastah. Dikatakannya, hingga saat ini total GTT di Gumi Tatas Tuhu Trasna sendiri mencapai 3.599 orang. Terbesar di 597 sekolah dasar (SD), 156 SMP dan 112 SMA/SMK negeri maupun swasta di Loteng. Sedangkan, guru PNS sebanyak 4.697 orang.

a�?Sesuai imbauan bupati pada upacara HUT PGRI dan hari guru nasional, Insya Allah GTT akan mendapatkan perhatian,a�? kata Mastah, terpisah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost