Lombok Post
Giri Menang

17.200 Ha Lahan Lobar Kritis

lahan
PEDULI HUTAN: Bupati Lobar H Fauzan Khalid (dua dari kanan/duduk) didampingi tokoh agama Lobar TGH Syafwan Hakim (tiga dari kiri), Kepala Dishut Lobar Agus Gunawan (dua dari kiri) menanam pohon di acara peringatan HMPI di kawasan Sekotong, kemarin (5/12).

GIRI MENANGA�– Luas lahan kritis di Lombok Barat masih tinggi. Dari catatan Dinas Kehutanan Lombok Barat sepanjang 2016, jumlahnya mencapai 17.200 hektar. 15.000 hektar diantaranya berada di wilayah Kecamatan Sekotong.

KepalaA� Dinas Kehutanan Lombok Barat Agus Gunawan mengatakan, luas hutan di Lobar mencapai 41.980 hektar atau mencapai 40 persen dari luas wilayah Lobar. Dari jumlah itu 17.200 hektar masuk kategori lahan kritis.

“Dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah sekarang sudah jauh menurun,a�? terang Agus dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di kawasan Sekotong, kemarin (5/12).

Wilayah Sekotong menjadi kawasan terparah. Oleh karena itu, Dishut Lobar sepanjang 2016 telah melakukan penanaman pohon dalam skala besar.A� Salah satunya, Kegiatan HMPI 2016 yang dihadiri oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid beserta sejumlah SKPD lingkup Pemkab Lobar kemarin. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Lendang Re, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong.

Jumlah bibit yang disiapkan Dishut pada kegiatan tersebut mencapai 1000 pohon turus jalan. Penanamannya dilakukan di sepanjang jalan Lendang Re.

“Total yang sudah kita tanam 12 ribu. 11 ribu sudah ditanam sebelumnya,a�? tutur Agus.

Upaya Dishut terus mengurangi luas lahan kritis di Lobar dengan menjalin kerja sama dengan berbagai keompok masyarakat, lembaga pemerintahan, dan pihak swasta.

Upaya mereka pun telah terbukti. Setelah baru-baru ini, Kabupaten Lobar dinobatkan sebagai kabupaten/kota terbaik di NTB. Dalam kategori kabupaten terbanyak menanam dan memelihara pohon.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid meminta semua pihak bersinergi mengatasi masalah lahan kritis di Lobar. Orang nomor satu di Lobar itu mengingatkan, apabila melaksanakan suatu gerakan jangan hanya bersemangat di awal saja. Tapi action hingga akhir adalah yang terpenting.

a�?Tidak berarti apa-apa sebuah program kalau judul kegiatan seperti ini tidak konsisten. Kesannya hanya formalitas tanpa arti apa-apa,a�? kata Fauzan dihadapan para SKPD dan peserta yang hadir.

Oleh karena itu, dalam membuat program konsistensi sangat dibutuhkan. Tanpa menunggu perintah, kata Bupati, semua pihak harus bergerak tidak harus menunggu dilihat orang lain. Seperti halnya menjaga lingkungan (hutan).

a�?Kita baru sadar kalau hutan itu penting, ketika sudah habis dibabat dan terjadi banjir di mana-mana,a�? ungkapnya.

Untuk itu, Fauzan mengajak semua pihak lebih giat lagi menanam pohon. Bahkan ia menginstruksikan semua kantor pemerintah dan sekolah di Lobar menanam pohon dan membuat pekarangan bunga. (zen/r5)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost