Metropolis

Akhirnya, yang Ditakutkan Itu Terjadi

banjir

MATARAM – Genangan sudah lumrah terjadi di Mataram. Kala hujan mengguyur, di banyak titik, muncul genangan setinggi beberapa centimeter.

Namun kini, banjir yang ditakutkan akhirnya benar-benar terjadi. “Akhir pekan lalu kejadiannya di BTN Kodya Asri,a�? kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Dedy Supriady kepada Lombok Post.

Tak tanggung-tanggung, banjir tersebut terjadi di Jalan Sunan Ampel I sampai VI dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa. Di sejumlah titik yang lebih rendah, banjir bahkan mencapai satu meter lebih.

Selain karena peningkatan intensitas hujan, banjir kali ini juga dipengaruhi saluran drainase yang tak berfungsi maksimal. a�?Kami sampai harus menjebol tembok masyarakat agar air bisa mengalir dan perlahan surut,a�? ujarnya.

Ya, air yang surut bukan karena saluran drainase akhirnya mampu menanggulanginya. Kadis PU Kota Mataram Mahmuddin Tura dalam banyak kesempatan mengatakan saluran yang ada saat ini sebagian besar memang sudah masuk usia uzur. Artinya ada sejumlah masalah yang tak lagi bisa dihadapi.

Dari segi ukuran, jelas saluran-saluran tua tak lagi sebanding dengan kondisi Mataram saat ini. Ditambah sedimentasi tanah pasir dan sampah, jadilah saluran yang ada kerap tak mampu menampung debit air yang ada. a�?Solusinya ya harus direvitalisasi, tapi kita bisanya bertahap,a�? katanya.

Terpisah, Iis Widyatmoko, Kasi Observasi BMKG Stasiun Klimatologi Kediri mengatakan, hujan saat ini belumlah puncaknya. Hingga Pebruari 2017 mendatang, curah hujan diprediksi masih berpotensi meningkat. Kondisi permukaan laut yang cenderung hangat sewaktu-waktu berpotensi berubah menjadi uap hujan. “Sekarang ini siklus lanina, artinya hujan lebih banyak,a�? ujarnya.

Kepada masyarakat dan Pemkot Mataram, disarankan mengantisipasi potensi bencana yang mungkin saja terjadi. Mulai dari genangan dan banjir, hingga angin puting beliung yang bisa saja menumbangkan pohon atau menerbangkan atap rumah.

“Hati-hati selalu, pemerintah sebaiknya juga bersiap dengan sejumlah programnya,a�? sarannya. (yuk/r5)

Related posts

Perhotelan Dukung Gerakan Sertifikasi Halal

Redaksi Lombok Post

Sarjana Ekonomi yang Ogah Jadi PNS

Redaksi Lombok post

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Kebakaran Jenggot, kok Bisa?

Redaksi Lombok post