Lombok Post
Praya

DBD di Loteng 117 Kasus

ilustrasi DBD

PRAYA – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) merilis, dari Januari hingga sekarang, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) mencapai 188 kasus. 117 kasus diantaranya positif, sisanya negatif.

a�?Dari 117 itu, beberapa diantaranya meninggal dunia,a�? kata Banding, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dikes LotengA� kemarin (5/12).

Didampingi Plt. Kepala Dikes Loteng Lalu Wardihan Supriadi, Banding mengatakan kasus DBD tersebut ditemukan terakhir di Desa Ungga dan Darek, Praya Barat Daya serta Desa Kuta, Pujut pada pertengahan November lalu. Hasilnya, positif.

Sedangkan, di awal Desember ini, kata Banding tidak ditemukan laporan. Kendati demikian, pihaknya menyarankan agar warga tetap waspada terhadap DBD. Dengan cara, menjaga lingkungan bersih dan sehat, melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). a�?Ingat 3M, yaitu menguras, menutup dan menimbun, serta jangan lupa menabur bubuk abate,a�? serunya.

Apalagi, menurut Banding situasi cuaca yang terjadi saat ini, cukup membantu jentik nyamuk berkembang biak. Daerah yang paling rawan yaitu, seluruh desa/kelurahan di Kecamatan Praya. Sisanya, di Kopang Batukliang, Jonggat dan Pujut. Sedangkan, dikecamatan lain, bukan berarti aman dari DBD.

Kendati ditemukan sedikit, tekannya warga tetap diminta waspada. a�?Sekali lagi, tolong laksanakan PSN. Kalau fogging hanya membasmi nyamuknya saja. Sementara jentiknya tidak,a�? ujar Banding.

Dari data kasus DBD itu juga, tambah Banding sebagian besar kasusnya ditemukan DBD impor. Mereka justru terjangkit di luar Loteng. Kemudian, mendapat perawatan di beberapa rumah sakit di Loteng juga, termasuk Puskesmas. Kendati demikian, untuk menormalkan trombosit, mereka harus mendapatkan perawatan intensif. Kecuali, yang memiliki penyakit ikutan.

Untuk memerangi penyakit yang satu itu, pihaknya berharap agar tokoh masyarakat dan agama ikut berperan aktif menyampaikan sosialisasi dan imbauan, untuk menjaga lingkungan bersih dan sehat. a�?Yang jelas, tahun ini kasus DBD kita cukup tinggi. Kalau tahun 2015 lalu, yang positif 111 orang,a�? katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dikes Loteng Lalu Wardihan Supriadi menyerukan agar seluruh tenaga medis yang bekerja di Puskesmas, Pustu, Polindes dan RSUD Praya, untuk memprioritaskan mereka para penderita DBD. Penanganannya, tidak boleh ditunda-tunda, harus bergerak cepat.

Jika tidak sanggup, tekan Wardihan sebaiknya cepat mengambil kesimpulan, untuk dirujuk ke rumah sakit lain, di Kota Mataram. a�?Prinsipnya, kalau kami di RSUD siap-siap saja,a�? sambung Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir, singkat.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost