Lombok Post
Metropolis

Waspada, Waspadalah!

longsor
BERBAHAYA: Aisir menunjukan sisi rumahnya yang terancam longsor. Rumah ini berada di tepi sungai di kawasan Gontoran, Bertais, Senin (5/12)

MATARAM – Belasan rumah di sambungan kali ancar yang melewati kelurahan Bertais terancam longsor. Salah satunya adalah rumah milik keluarga Junaidi di Gontoran, Bertais.

Kondisi rumah ini sudah sangat berbahaya. Jarak rumah dengan tebing kali, hanya menyisakan sekitar satu meter.

Oleh pemilik, bangunan rumah berusaha disangga menggunakan karung-karung berisi tanah. Selain itu dari keterangan anak pemilik rumah, Aisir, pekarangan yang berhimpitan dengan bibir kali, pernah ambles longsor, sekitar bulan Juli lalu.

“Bulan juli,a�? kata Aisir, berusaha mengingat kejadian terakhir.

Beberapa ruas bambu, juga terlihat menyangga tebing. Tidak adanya talud sungai ditambah hujan yang terus-menerus dalam beberapa waktu terakhir, membuat kondisinya semakin berbahaya.

Lurah Bertais Lalu Muksan Jalaludin, membenarkan jika di wilayahnya, belasan rumah terancam longsor. Bahkan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bertais Utara, sudah jebol di hantam tanah longsor. Padahal saluran ini dipakai oleh 100 kepala keluarga.

Akibatnya, air warga meluber ke mana-mana dan berdampak pada kontur tanah yang makin lembek. “Volume air yang menghantam dinding sungai makin besar. Kalau tidak segera diperbaiki, juga bisa berakibat longsor,a�? kata Muksan.

Untungnya, lanjut Muksan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD Kota Mataram, sudah turun langsung memantau lokasi. Reaksi cepat ini memang penting, guna menghindari dampak bencana lebih besar di kawasannya.

a�?Iya saya sudah turun ke lokasi sama Kadis PU dan Kabid teknisnya,a�? jawab Kepala BPBD Kota Mataram Dedy Supriady.

Dijelaskan Dedy, pihaknya sudah bekerja cepat. Administrasi dan kronologis kejadian untuk pengajuan dana tanggap darurat sudah disiapkan. “Iya seperti instruksi pak Wali, kita gunakan dana tanggap darurat. Saat ini kita tengah mempersiapkan administrasi untuk mendapat persetujuan dari pak Wali,a�? terangnya.

Tidak hanya waspada pada longsor. Dedy juga mengimba u warga Kota Mataram untuk waspada pada tiga bencana lainnya. Seperti angin puting beliung, banjir dan pohon tumbang.

Khusus kasus pohon tumbang ini pun marak terjadi. Beberapa hari lalu, sebuah pohon besar di depan hotel Grand Legi, tiba-tiba roboh dan menutup akses jalan Sriwijaya.

a�?Kami imbau masyarakat berhati-hati di jalan raya. Kalau ada kejadian, segera hubungi kami. Tim TRC kami siap bekerja,a�? tegasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost