Lombok Post
Sumbawa

Wirawan Polisikan Akun Puteri Regina

LAPOR : Kepala KPPT Sumbawa Wirawan (kiri) saat melapor di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sumbawa, kemarin(05/12).

SUMBAWA – Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Wirawan terpaksa mempolisikan seorang pengguna facebook dengan akun Puteri Regina (PR). Akun ini menuding bahwa Wirawan telah melakukan pungli atas sejumlah perizinan yang diterbitkannya.

Pernyataan ini bukan hanya diposting satu kali saja, melainkan sampai berkali-kali. Dalam postingannya tertanggal 30 November 2016 pukul 06.58 Wita Puteri Regina menyampaikan pemberitahuan kepada bupati, kapolres dan kajari. PR menuding Wirawan telah banyak menerima suap terkait pengurusan izin Alfamart dan Indomaret. Bentuk suapnya adalah uang senilai Rp 20 juta setiap satu bangunan.

Dalam postingannya, PR juga mengatakan bahwa Wirawan diberikan tiket pesawat liburan yang sering digunakan pada kunjungan kerjanya ke luar kota. PR menyebutkan, Wirawan juga menerima voucher belanja dari perusahaan yang nilainya bervariasi. Menurut PR, hal ini merupakan keterangan atau pengakuan dari salah seorang perwakilan perusahaan. Dimana setiap kali pertemuannya dilakukan di Mataram. Dalam setiap pembicaraan, PR menuding bahwa Wirawan selalu berbicara mengatasnamakan bupati.

Dalam postingan tanggal 2 Desember 2016 pukul 18.08 Wita, PR menyatakan bahwa pihaknya telah memantau kepala KPPT Sumbawa itu. PR menuding bahwa yang bersangkutan menjadi mafia terkait pemberian izin Alfamart dan Indomaret. Bahkan PR juga menuding Wirawan juga akan menjadi mafia untuk memberikan izin bangunan kepada cafA� atau tempat karaoke yang menjual minuman beralkohol dan wanita penghibur. PR juga meminta kepada bupati Sumbawa untuk mencopot Wirawan dari jabatannya sebagai kepala KPPT, karena merusak visi misi Sumbawa Hebat Bermartabat.

Pada postingannya tanggal 4 Desember 2016 pukul 17.36 Wita, PR meminta Tim Saber Pungli untuk memberantas praktek percaloan di Sumbawa. Dimana PR menyebutkan bahwa instansi yang ada praktek percaloannya adalah BPN Sumbawa, Imigrasi Sumbawa dan KPPT Sumbawa. Atas dasar ini, Wirawan kemudian melapor ke Polres Sumbawa, kemarin.

Ditemui seusai membuat laporan, Wirawan mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh pengguna facebook denan nama akun Putri Regina itu tidak benar. Selama kepemimpinannya di KPPT, pihaknya tidak pernah melakukan pungli.

”Karena tidak benar, makanya saya melapor. Demi Allah tidak benar kalau saya seperti itu,” ujar Wirawan.

Laporan ini juga sebagai ikhtiarnya dalam menjaga nama baik pribadi dan institusi. Karena apa yang dituding oleh oknum tersebut tidak benar.

Kapolres SumbawaA� AKBP Muhammad mengatakan, pihaknya tetap menerima laporan berkaitan dengan dugaan pelanggaran undang-undang ITE. Untuk penanganannya, pihaknya akan meminta bantuan dari Polda NTB. Sebab, Polres Sumbawa belum memiliki peralatan dan teknologi berkaitan dengan penanganan cyber crime atau kejahatan dunia maya. ”Sementara ini peralatannya yang ada di Polda NTB. Di sana ada unit Ccyber crime. Ada sub direktorat yang menangani kejahatan di dunia maya,”A� kata kapolres.

Menurut kapolres, apabila pelakuknya menggunakan akun palsu, keberadaan yang bersangkutan bisa diketahui. Rata-rata orang yang berbuat kejahatan di dunia maya tidak menggunakan identitas aslinya. ”Tapi kita bisa mengetahui keberadaan orang itu di mana. Yang jelas kalau dia menggunakan akun palsu, pasti ada maksud tertentu,” pungkasnya. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya