Lombok Post
Praya

106 Siswa SD Pemotoh Bat Diungsikan

LONGSOR SUSULAN: Inilah sisa-sisia musibah longsor susulan di Pondok Gedeng Desa Aik Berik, Batukliang Utara Lombok Tengah, Minggu sore (4/12) kemarin.

Longsor yang terjadi membuat aktivitas belajar mengajar di SD Pemotoh Bat di Desa Aik Berik, Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng) terganggu. Mereka terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

***

SD yang dibangun pada tahun 1980 tersebut, kini memiliki siswa sebanyak 106 orang. Sebelum longsor, mereka belajar dan bermain seperti biasa. Hampir tidak pernah terpikirkan kalau sekolahnya itu akan direlokasi ke tempat yang lain, yang lebih aman.

Jika ditarik dari arah selatan, jarak bangunan sekolah dengan lokasi longsor sekitar 20 meter. Sedangkan, jika ditarik dari arah utara, jaraknya sekitar 100 meter. Artinya, kalau terjadi longsor susulan dua atau tiga kali saja, maka bangunan sekolah itu akan roboh, sedikit demi sedikit.

Untungnya, musibah longsor itu bertepatan dengan ujian semester sekolah. Sehingga, untuk sementara waktu mereka belajar mengajar seperti biasa, namun dibatasi.

Begitu ujian semester berakhir, mereka pun libur. Dengan begitu, Pemkab melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) mulai bergegas memindahkan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah. Begitu masuk sekolah, 106 siswa akan melaksanakan proses belajar mengajar ke tempat sementara.

Sembari berjalan, Dikpora pun akan mencari lokasi yang tepat, untuk dibangunkan sekolah permanen. Itu pun, baru sebatas penyiapan lahannya saja. Sedangkan, anggarannya belum terpikirkan dari mana dan kapan.

a�?Yang penting, langkah antisipasi sudah kita siapkan,a�? ujar Kabid Dikdas Dikpora Loteng H Sumum.

Karena, kata Sumum kebijakan relokasi sekolah, sudah menjadi perintah Bupati HM Suhaili FT. Sehingga, suka tidak suka wajib dilaksanakan. Terlebih ini, menyangkut urusan keselamatan siswa. Ia pun berharap, agar para orang tua memaklumi kebijakan pemerintah.

Kebijakan itu sebenarnya, diakui Sumum sangat tidak dikehendaki, namun itu semua karena kehendak alam. a�?Kalau dibangun kawat bronjong di titik tebing dengan skala 45 meter dari permukaan tanah, maka semua bangunan sekolah terpaksa dirobohkan,a�? ujarnya.

Total SD di Loteng sendiri, tambah Sumum mencapai 597 unit. Dikpora pun, terus meningkatkan kapasitas dan kuantitas lembaga pendidikan, melalui rehab ringan, sedang hingga rehab berat. a�?Prinsipnya, seluruh pelaksanaan apa pun di lokasi longsor, itu bersifat segera, tidak bisa ditunda-tunda,a�? sambung Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost