Lombok Post
Kriminal

Gadaikan Mobil Sewaan Haris Ditahan

DITANGKAP: Haris Nuryahya (baju oranye) ditangkap polisi atas dugaan penggelapan satu unit mobil jenis Daihatsu Grand Max. Nampak Kasubbag Humas Polres Mataram AKP Arnawa (baju hitam) saat ungkap di Polres Mataram, Senin (5/12).

MATARAM – Haris, harus bersembunyi di atas loteng rumahnya. Tindakan tersebut ia lakukan untuk menghindari polisi yang memburunya, atas sangkaan melakukan penggelapan mobil.

Perburuan polisi terhadap A�Haris, bermula dari laporan Aprianto Husnaini kepada polisi. Ketika itu, Aprianto melaporkan Haris karena ia diduga telah melakukan penggelapan terhadap satu unit mobil pikap merek Daihatsu Grand Max.

Sekitar Juli lalu, Haris mendatangi korban untuk menyewa mobilnya. Awalnya, Haris menyewa mobil tersebut selama satu bulan. Dalam perjanjian sewa tersebut, korban dan pelaku menyepakati harga sebanyak Rp 4 juta.

Setelah berjalan satu bulan, pelaku kemudian kembali memperpanjang masa sewa. Selama dua bulan penyewaan, Haris selalu tepat waktu membayar uang sewa.

Namun, saat menginjak bulan ketiga, pembayaran yang dilakukan Haris macet. Kondisi itu berlanjut hingga memasuki bulan keempat. Hal tersebut tentu mengundang kecurigaan pemilik mobil.

Karena itu, Aprianto lantas menanyakan penyebab pembayaran yang telat. Bukannya mendapat jawaban yang memuaskan, korban malah mendapat pengakuan dari pelaku jika mobilnya telah digadai.

a�?Mobil itu dijaminkan untuk uang sebesar Rp 20 juta,a�? kata Kasubbag Humas Polres Mataram AKP Arnawa.

Tidak terima dengan perbuatan pelaku, korban langsung melapor ke polisi. Laporan itu langsung ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Senin (5/12) polisi menangkap haris yang bersembunyi di loteng rumahnya, di Lingkungan Getap Barat, Kelurahan Cakra Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Mataram.

a�?Sempat terjadi kejar-kejaran dengan polisi sebelum menangkap pelaku,a�? katanya.

Atas perbuatannya, Haris disangka Pasal 372 KUHP tindak pidana penggelapan. Dia terancam hukuman penjara paling lama empat tahun.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost