Lombok Post
Headline Tanjung

Mata Air Erot dan Jati Terancam Kering

Kepala KPH Rinjani Barat Madani Mukarom

TANJUNGA�– Perambahan hutan untuk dijadikan kebun kembali terjadi di Lombok Utara. Kali ini yang jadi korbannya adalah hutan di perbatasan Desa Genggelang dan Desa Rempek.

Salah seorang warga Dusun Busur, Desa Rempek Rido Kurniawan mengungkapkan, aksi perambahan hutan dilakukan di lahan yang dekat dengan kawasan mata air. “Kami lihat langsung banyak bekas-bekas pohon ditebang di sana, kayunya tidak diambil masih ada di lokasi,a�? ujarnya pada wartawan, kemarin (6/12).

Dijelaskan, saat turun langsung ke lokasi pada 23 November lalu, puluhan hektare sudah beralih fungsi menjadi perkebunan dengan ditanami pohon pisang. Sementara itu, pohon-pohon yang ditebang seperti kepundung dan klokos dibiarkan tergeletak.

Lokasi perambahan sekitar 10 kilometer dari pemukiman warga. Selain itu, sekitar 300 meter dari mata air Erot Sedangan dan 100 meter dari mata air Jati. Air dari jati ini digunakan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Kami juga lihat ada beberapa pondok kecil,a�? katanya.

Aksi perambahan hutan terutama di dekat mata air, membuat masyarakat resah. Menurut Rido, kekhawatiran masyarakat adalah debit di dua mata air itu akan berkurang karena pohon-pohon sebagai penyangga air habis ditebang. “Yang memanfaatkan mata air itu ada sekitar 800 KK (kepala keluarga),a�? katanya.

Lebih lanjut, Rido mengungkapkan, aksi perambahan hutan untuk dijadikan kebun ini sudah sering terjadi. Bahkan menurutnya ada oknum yang sengaja membuka lahan sebagai kebun kemudian dijual kepada orang lain untuk dikelola sebagai perkebunan. “Mereka memotong pohon pakai gergaji biasa bukan gergaji mesin agar tidak menimbulkan suara dan tidak ketahuan,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, perambahan hutan ini sudah dilaporkan kepada petugas KPH Rinjani Barat secara lisan.

Terpisah, Kepala KPH Rinjani Barat Madani Mukarom yang dikonfirmasi via telepon mengaku belum menerima laporan terkait perambahan hutan di perabatasan Desa Genggelang dan Desa Rempek tersebut. “Saya belum terima laporan. Kemungkinan masih di anggota saya, coba nanti saya tanyakan,a�? katanya singkat. (puj/r7)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost