Lombok Post
Metropolis

Semoga Anak Saya seperti Pak Dahlan

ghofuur-eka-jawapos_jawa-pos6
BELA KEBENARAN DAN KEADILAN:Mahfud MD ikut hadir dan memberi dukungan moril kepada Dahlan Iskan pada sidang kedua di Tipikor Juanda, selasa (6/12).

LANGKAHNYA berat. Usia kandungan yang memasuki bulan keempat membuat mobilitas Arita tidak segesit biasanya. Namun, itu tidak menghalangi keinginannya untuk memberikan dukungan kepada Dahlan Iskan. Sekuat tenaga, perempuan 27 tahun tersebut menerobos kerumunan pengunjung sidang yang memenuhi Ruang Cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya. Demi bisa sedekat-dekatnya dengan tokoh idolanya itu.

Arita adalah satu di antara sekian banyak orang yang hadir di Pengadilan Tipikor Surabaya untuk memberikan dukungan kepada Dahlan Iskan. Mahfud MD, mantan ketua MK, datang langsung dari Jakarta untuk memberikan dukungan kepada Dahlan. Eep Saefulloh Fatah, pengamat politik, juga menemui Dahlan untuk memberikan semangat.

Demikian halnya dengan Dahlanis. Sejak persidangan pertama (29/11), mereka setia mendampingi. Mereka mudah dikenali karena sering mengenakan kemeja putih. Kadang ada tulisan Demi Indonesia di pakaiannya. Mereka yakin betul bahwa Dahlan tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan kejaksaan.

a�?Pak Dahlan, saya ingin anak saya seperti Bapak,a�? kata Arita kepada Dahlan seusai sidang.

Dahlan merespons ucapan itu dengan berkata: a�?Lho, jangan seperti saya, nanti duduk di persidangan.a�?

Namun, Arita tidak meralat harapannya. a�?Nggak Pak, saya percaya Bapak orang baik. Bapak tidak bersalah,a�? tegasnya. Dahlan pun mengucapkan terima kasih atas keyakinan itu.

Setelah berfoto bersama Dahlan, Arita tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Kepada Jawa Pos, dia berharap cita-citanya punya anak hebat seperti Dahlan bisa terkabul. Apalagi, ngidam supaya perut hamilnya dielus Dahlan terkabul.

Selain Arita, ada juga Abid Muaffan, 23. Pria asal Malang itu datang ke pengadilan tipikor sembari menenteng buket bunga mawar merah dan putih. Dia datang dengan mengenakan baju koko hijau berhias syal merah Relawan Demi Indonesia di lehernya.

a�?Bunga ini sebagai bentuk dukungan,a�? kata Abid. Kehadirannya di pengadilan tipikor sebenarnya tidak sengaja. Dia sedang mengantar saudaranya ke bandara. Tetapi, setelah tahu ada jadwal sidang Dahlan, dia lantas menunda kepulangan ke Malang. Dia juga yakin Dahlan tidak bersalah.

Seperti sebelumnya, kemarin Dahlan juga menjalani sidang dengan santai. Bahkan, Dahlan mencairkan suasana ketika sidang mulai dibuka majelis hakim. Dahlan sempat menyebut nama jaksa Trimo sebagai salah satu anggota tim kuasa hukumnya.

a��a��Saya didampingi sejumlah kuasa hukum, Yang Mulia. Ada Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra), Pak Pieter (Pieter Talaway), Pak Agus (Agus Dwi Warsono), dan Pak Trimo, eh salah Pak Indra (Indra Priangkasa),a��a�� ucap Dahlan.

Ucapan Dahlan itu membuat para pengunjung sidang tertawa. Bahkan, terkesan mengingatkan para pengunjung akan kelucuan jaksa Trimo pada persidangan sebelumnya.

Dalam persidangan sebelumnya, tepatnya ketika membacakan dakwaan Wisnu Wardhana (terdakwa lain kasus PT PWU), jaksa Trimo beberapa kali keseleo lidah. Trimo sempat kesulitan mengucapkan nominal uang dalam dakwaan.

Salah satu kesalahan Trimo ialah saat membacakan nominal uang modal pendirian PT PWU. Saat itu, dia sulit mengucapkan nominal Rp 250.005.000.000. Nominal itu diucapkan oleh Trimo, a�?Dua ratus lima puluh juta miliar. Eha�� Dua ratus lima puluh jutaa�� (berhenti lama untuk berpikir).a��a�� Sedikitnya, Trimo sampai tiga kali salah mengucapkan nominal uang. (bjg/rul/tel/atm/c6/ang/JPG/r8)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost