Lombok Post
Sumbawa

Setelah Tramadol, Kini Komix Oplosan

RAZIA : Tampak sejumlah pelajar diamankan Pol PP belum lama ini. Siswa tersebut nongkrong di Galak Jango saat jam sekolah. Di tempat tongkrongan mereka juga ditemukan bekas komix.

SUMBAWA – Selain tramadol, penyalagunaan obat-obatan di kalangan pelajar memakai obat batuk komix. Beberapa kali razia, ditemukan pelajar yang mengonsumsi komix yang telah dioplos.

Aksi konsumsi komix oplosan itu ditemukan di beberapa titik yang menjadi lokasi nongkrong anak muda. Di jembatan Samota, tepatnya di belakang SMPN 1 Labuhan Badas setiap pagi ditemukan bungkus komix. Begitu juga di Taman Kerato, Unter Iwes setiap hari ditemukan bungkus komix. Diduga bungkus komix itu bekas konsumsi semalam.

Camat Unter Iwes Irawan SubektiA� mengatakan akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memperketat pangawasan. Pengawasan harus dilakukan bersama dengan pemerintah desa dan Sat Pol PP untuk melakukan pengawasan terhadap anak yang biasanya nongkrong di ruang terbuka hijau (RTH).

“Informasi ini akan saya tindaklanjuti,” katanya, kemarin.

Selain memperketat pengawasan di lokasi taman, pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan pihak Dishubkominfo Sumbawa. Sehingga ke depan lokasi Taman Kerato bisa dilengkapi dengan jaringan wifi gratis yang bisa dinikmati warga datang ke lokasi taman.

Dengan fasilitas itu diharapkan anak-anak muda yang sering nongkrong di malam hari tidak melakukan hal-hal yang negatif.A� Mereka bisa menghabiskan malam sambil memanfaatkan jaringan internet gratis

“Semuanya InsyaAllah akan coba kita benahi,” katanya.

Sementara itu Sat PP Sumbawa mengintensifkan razia untuk meminimalisir penyalahgunaan obat komix dan tramadol. Lokasi yang dianggap rawan dan menjadi incaran yakni Pragas dan Galak Jango.A� Dua titik tersebut diduga menjadi pangkalan siswa yang hobi mengonsumsi obat tersebut.

”Kita rutin setiap hari melakukan razia pelajar” kata Kepala Seksi Linmas Pol PP Kabupaten Sumbawa Syafrudin.

Menurutnya setiap hari dua peleton disiagakan. Setiap hari pasukan tersebut menyasari sejumlah titik yang dianggap rawan. ”Di sini kami ada lima peleton. Dua peleton setiap hari kami siapkan untuk melakukan razia pelajar,” terangnya.

Data Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), jumlah pelajar terindikasi mengkonsumsi komix maupun tramadol mencapai 30 hingga 40 orang. Jumlah tersebut tergolong besar mengingat Sumbawa merupakan kabupaten kecil. (aen/jho/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya