Lombok Post
Sportivo

Hadiah Untuk Sang Ayah, Kado Ultah Untuk NTB

TERHARU: Pesilat Mariati memeluk Ketua KONI NTB Andy Hadianto usai memenangi Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Denpasar, kemarin (8/12)

Perjuangan pesilat nasional asal NTB Mariati di final pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Gor Silla Bhuana Denpasar, Bali sungguh manis. Semangat begitu membara ketika berada di atas kanvas arena. Penampilannya mengundang decak kagum penonton.

***

Rambut terurai lurus. Kulit hitam manis. Badan tegap dengan tinggi 162 centimeter. Terbiasa menggunakan kacamata. Sederhana dan ramah.A� Itulah kesan pertama kali melihat pesilat nasional Mariati.

Mengenakan baju bertuliskan a�?Indonesiaa�? di bawah pundak belakang bajunya dan lambang garuda di dada menjadi penyemangatnya saat memasuki arena.

Raut mukanya sedikit pucat. Sesekali dia terlihat menarik nafas dalam-dalam ketika seluruh badannya diperiksa wasit.

Speaker disudut gedung memanggil nama kedua pesilat. Itu memberikan isyarat pertandingan final segera dimulai.

Penonton membawa atribut bendera Indonesia sudah bersiap dengan beragam dukungannya. Sorak sorai penonton meramaikanA� GOR Silla Bhuana, Denpasar, kemarin (8/12). a�?Indonesia, Indonesia, Indonesiaa�? teriak penonton.

Sekitar pukul 08.42 Wita, wasit mulai memanggil kedua pesilat.A�Pertandingan final pun dimulai. Mariati yang berstatus sebagai juara bertahan sudah siap. Dia yang tak ingin kecolongan pada babak pertama memberikan tekanan lebih awal.

Tendangan kerasnya menghantam dada pesilat Thailand Benya Srikhampa. A�Lawan Mariati tidak tinggal diam. Sebuah tendangan yang melayang ke tubuhnya membuat Benya lebih bersemangat mengumpulkan poin.

Setelah menjalani babak pertama yang cukup sengit, kelima juri memberikan nilai 35-26 untuk kemenangan Mariati. Hasil itu membuat Mariati lebih percaya diri.

Pada babak kedua, Mariati memberikan dua bantingan keras kepada Benya. Upaya itu menambah nilai kepada Mariati, juga mendapatkan apresiasi dari penonton.

Pada babak ketiga, Mariati malah mengendorkan serangan. Hingga pesilat asal Lombok Tengah itu mendapatkan dua foul. Kesalahan itu mengurangi nilainya.

Hingga berakhirnya pertandingan, Juri memberikan penilaian masing-masing pesilat. Juri pertama, nilai yang diberikan 21-9, juri kedua 22-8, juri ketiga 26-7,juri keempat 24-12, dan juri ke lima memberikan nilai 28-8.A�Nilai yang diberikan kelima juri itu memberikan skor 5-0 bagi kemenangan Mariati.

Keluarnya dari arena, pelatih Dedi S Darere, Ketua KONI NTB H Andy Hadianto, dan Binpres KONI NTB Wibowo Budi Santoso menyambutnya dengan isak tangis. Suasana haru mewarnai perjuangannya semakin Marati.

Perasaan bangga tak terbendung lagi. Sampai-sampai orang-orang yang menyambut kemenangan Mariati kehabisan kata-kata. a�?Kita bangga Mar, kita bangga,a�? celetuk Andy.

Usai pertandingan, atlet pencak silat Mariati mengapresiasi dukungan semua pihak. Dia sangat berterima kasih karena berkat dukungan mereka dirinya keluar sebagai juara. a�?Tanpa adanya mereka saya tidak bisa hadir di sini,a�? ungkapnya.

Mariati memang menunjukan kelas selama bertanding. Dia tampil begitu menawan. Dari awal dia sudah mempersiapkan diri dengan matang. Dia latihan dan terus meningkatkan teknis bertandingnya.

Disamping itu, ada cerita menarik dibalik suksesnya Mariati menjadi juara dunia. Dia bercerita perihal motivasi sehingga bisa menjuarai pencak silat.

Sebelum menikmati partai final, Mariati sudah bernajar akan berusaha sekeras mungkin demi mewujudkan impiannya. Di penghujung karirnya, dia ingin memberikan hadiah terindah untuk orang tua. Khususnya kepada sang ayah, yang saat ini sedang terbaring sakit.

Kemenangan ini pula dia persembahkan kepada NTB, yang sebentar lagi ulang tahun NTB ke-58.A�a��a��Saya persembahkan untuk orang tua dan kado ultah NTB,a��a�� pungkas dia. (/r10).

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post