Lombok Post
Sumbawa

Otak Illegal Logging Segera Disidang

LIMPAHKAN : Jaksa Peneliti dari Kejati NTB Ginung Pratidina (kiri) dan Kasi Pidum Kejari Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho saat pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus illegal logging, kemarin(08/12)

SUMBAWA – Tersangka kasus illegal logging A�dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, kemarin. Kali ini, tersangkanya adalah pemodal dan pemilik perusahaan yang berstatus ayah dan anak. Pelimpahan ini dilakukan mengingat berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap.

Jaksa Peneliti dari Kejati NTB Ginung Pratidina mengatakan, kayu milik tersangka tertangkap beberapa kali di daerah Sumbawa dalam operasi gabungan bersama TNI. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu yang berbeda pada September lalu.

Kayu yang diangkut berjenis rajumas. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata asal usul kayu tidak bisa dipastikan.Dua orang tersangka, yakni Ns dan AA berstatus sebagai ayah dan anak. Dimana sanga ayah, Ns selaku pemilik modal. Sementara AA selaku anak bertugas menerbitkan nota angkutan dan yang menjalankan perusahaan.

a�?Menurut pengakuan tersangka, mereka membeli kayu dari masyarakat. Namun setelah Dinas Kehutanan NTB melakukan pengecekan, kayu yang diangkut tersebut tidak lagi didapati di hutan masyarakat,a��a�� katanya.

Ada kecurigaan kayu ini diambil dari wilayah hutan negara dalam kawasan KPH Tambora. Jadi jika ada kayu rajumas yang diangkut, dicurigai berasal dari kawasan hutan negara. Atau berasal dari dalam kawasan hutan PT Agro Wahana Bumi. Mengingat hanya perusahaan tersebut yang memiliki izin pengelolaan hutan dengan jenis kayu itu.

Dipaparkan, saat pengangkutan, kayu tersebut memang dilengkapi dengan dokumen. Berupa nota angkut dan daftar kayu olahan (DKO). Namun penyidik Dinas Kehutanan NTB mengatakan bahwa pengangkutan kayu jenis rajumas harus dilengkapi surat keterangan asal usul (SKAU). Mengingat, kayu tersebut merupakan jenis kayu endemik asal Pulau Sumbawa.

Setelah nota angkut dan DKO dicek, ternyata pemilik nota tidak bisa menunjukkan SKAU. Selain itu, pemilik kayu mengaku bahwa kayunya membeli dari masyarakat. Tujuh truk milik tersangka tertangkap di Sumbawa. Sementara satu truk lainnya tertangkap di Gerimak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Adapun tujuannya dikirimkan ke berbagai wilayah di NTB.

Dijelaskan Ginung, tidak ada dokumen palsu yang digunakan tersangka. Perusahaan berhak menerbitkan nota angkut dan DKO. Tapi sebelum menerbitkan surat tersebut, penerbit harus memiliki SKAU. Penerbitan nota angkut dan DKO tersebut diduga non prosedural. Adapun perusahaan milik tersangka adalah UD Sinar Mas, dari Kabupaten Dompu.

”Orang perorangan bisa menerbitkan,” ujarnya.

Seharusnya, sebelum membeli kayu dari masyarakat, harus dilengkapi dengan SKAU. Dimana yang berhak menerbitkan SKAU ini adalah pihak desa. Tentunya sebelum meminta SKAU dari desa, masyarakat juga harus melampirkan bukti kepemilikan lahan. Jika kayu tersebut berasal dari kebun masyarakat. Nantinya, SKAU ini dibawa oleh masyarakat saat hendak menjual kayunya. Dari SKAU ini kemudian dibuatkanlah nota angkut.

Terkait pelimpahan ini, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho mengatakan, penanganan pertama dilakukan oleh penyidik Dinas Kehutanan NTB. Untuk proses kesetaraan, penelitian berkas perkara dilakukan di Kejati NTB. Pelimpahan dilakukan karena berkasnya dinyatakan sudah lengkap. Barulah menyusul pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Adapun jumlah barang buktinya yakni kayu sebanyak 1.354 batang dengan volume sebesar 119,4282 meter kubik. Sejumlah dokumen dan delapan unit truk. Tujuh truk dititipkan di Kodim 1607 Sumbawa. Sementara satu unit lagi dititipkan di kantor Dinas Kehutanan NTB. Terhadap kedua tersangka, akan dilakukan penahanan sambil menunggu proses penuntutan.

Kepala Dinas Kehutanan NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, pihaknya sudah menerima final pemberkasan pelaku atas nama NS bersama anaknya AA dari kepolisian. Setelah itu keduanya di terbangkan ke Sumbawa untuk menjalani proses selanjutnya.

Pengiriman kedua pelaku illegal logging ke Sumbawa ini dilakukan karena tempat kejadian perkara (TKP) adalah di Sumbawa, bukan di Lombok.

a�?Jadi persidangannya di sana,a�? katanya.

Husnanidiaty mengungkapkan, kedua pelaku ini adalah otak pembalakan liar. Meraka diduga menggerakkan para penebang lainnya. Mereka pula yang memberikan uang dan membeli kayu-kayu tersebut. Barang bukti yang diamankan dari dua orang ini berupa 8 truk bersama kayunya.

“Besar kecil (usahanya,red) saya tidak tahu, tapi dia adalah penggeraknya,a�? jelasnya.(run/ili/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya