Lombok Post
Headline Metropolis

Baru Beroperasi Sudah Rusak

brt
NIKMATI PERJALANAN: Sejumlah pelajar SMP duduk di Bus Rapid Transit (BRT) dari Kota Mataram menuju Senggigi, Lombok Barat, Kamis (8/12) lalu.

MATARAM – Berangsur-angsur warga mulai memanfaatkan Bus Rappid Transit (BRT). Sejak dilaunching 21 November lalu, jumlah para pelajar yang memanfaatkan layanan BRT terus bertambah.

Namun ini belum diikuti penumpang umum. Beberapa warga, terlihat masih enggan naik BRT dengan berbagai alasan. Mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

a�?Kalau pelajar sudah mau memanfaatkan BRT,a�? kata General Manager (GM) Perum Damri Cabang Mataram Nursyamsu pada Lombok Post.

Namun ia yakin pengguna BRT dari kalangan umum bakal terus bertambah. Saat ini, disebutnya masih dalam tahap sosialisasi. Warga juga masih belum familiar dengan angkutan massal itu. Baik itu, terkait koridor dan tarif angkutan.

a�?Kalau masyarakat umum belum banyak menumpang BRT karena juga masih tahap sosialisasi,a�? tegasnya.

Tarif angkutan BRT untuk umum dikenakan Rp 4 ribu sekali jalan. Layanan BRT mulai keluar dari pool sejak pukul 05.30 Wita. Sedangkan pelayanan transporasi diberikan mulai pukul 06.00 Wita. BRT kembali ke pool sekitar pukul 15.40 Wita.

a�?Pelayanannya belum sampai malam,a�? terangnya.

Namun, ketika BRT mulai jadi pilihan transportasi masyarakat, Nursyamsu menyampaikan kabar kurang bagus. Sejak Kamis lalu, sudah 20 bus dioperasikan di koridor-koridor BRT. Bus tersebut belum bisa dioperasikan semua. Sebab lima unit lain ternyata harus diservice berkala.

a�?Hari ini operasi 20 unit. Ada lima unit harus service berkala di Hino dan ada beberapa unit alami gangguan AC dan rem,a�? terang Nursyamsu.

Gangguan teknis memang tidak sampai mengakibatkan BRT mangkrak. Hanya saja, persoalan rem dan AC bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan ancaman keselamatan. Karenanya masyarakat diminta bersabar. Sampai akhirnya BRT siap dioperasikan penuh.

a�?Iya karena lama gak dipakai. Dari bulan Februari. Jadi ada gangguan di luar dugaan,a�? terangnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram I Ketut Sugiartha sudah mewanti-wanti agar pihak yang ditunjuk mengoperasikan BRT harus bisa melakukan pemeliharaan dengan sebaik-baiknya.

a�?Jangan anggaran besar, tapi BRT makin lama makin jorok, tidak terawat, bau. Itu kan tidak sesuai harapan. Harus ada komitmen untuk ini,a�? imbuhnya.

Menurutnya, Dishubkominfo bisa mengambil peran pengawasan itu. Bagaimanapun anggaran yang nantinya diajukan pemerintah untuk mensubsidiA� BRT berasal dari rakyat. Pada akhirnya, sebesar-besarnya harus untuk kemanfaatan rakyat.

a�?Kalau ada persoalan tentang BRT ini, masyarakat harus diinformasikan. Sebab bagaimanapun, kalau BRT sudah mengaspal, akan jadi tumpuan transportasi mereka,a�? ulasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost